MUI Malang: Siapapun yang Terpilih Presiden Adalah Pemimpin Kita Bersama
"Itu kalau ada perbedaan antara satu dengan yang lain sebelum Pemilu, setelah pelaksaan ini mari kita bersatu. Siapapun yang terpilih nanti sebagai pimpinan adalah pimpinan kita bersama," kata Fadhol.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija' mengapresiasi proses tahapan pemilu yang dilalui berjalan dengan lancar dan aman. Dia menyerukan semangat persatuan siapapun pemimpin yang terpilih.
"Itu kalau ada perbedaan antara satu dengan yang lain sebelum Pemilu, setelah pelaksanaan ini mari kita bersatu. Siapapun yang terpilih nanti sebagai pimpinan adalah pimpinan kita bersama," kata Fadhol, Minggu (5/5).
Fadhol meminta masyarakat bersabar menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil penghitungan tersebut yang menjadi ketetapan resmi calon Presiden dan Wakil Presiden. "Kita menunggu hasil perhitungan suara yang dari KPU," tegasnya.
Dia mengingatkan jasa dan pengorbanan KPU selaku pelaksana pemilihan umum dan Panwaslu selaku pengawas. Selain itu juga kepada Polri, TNI dan Linmas yang menjaga keamanan selama jalannya pemungutan suara.
Bahkan, kata dia, banyak petugas dari KPU dan Polri harus mengorbankan nyawa akibat kelelahan selama menjalankan tugas. Pengorbanan tersebut, menurutnya, wujud dari sebuah harapan agar Indonesia menjadi lebih baik.
"Ini (Pemilu) semuanya demi kepentingan bersama, tetap utuhnya NKRI berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Semoga negara kita menjadi baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur," terangnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, KH Ahmad Taufik Kusuma mengajak masyarakat mensyukuri pelaksanaan Pemilu 2019 yang berjalan kondusif.
"Kami imbau segenap masyarakat kota Malang untuk kembali memperkokoh ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah di intern umat Islam, ukhuwah insaniyah persaudaraan seluruh umat di Kota Malang ini, maupun ukhuwah wathoniyah yaitu persaudaraan sebaik-baiknya antara umat beragama dengan pemerintah," katanya.
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat di Kota Malang juga menggelar Deklarasi Damai Pasca-Pemilu 2019. Tiga poin deklarasi berisi penyampaian terima kasih pada warga masyarakat, pelaksana pemilu dan aparat keamanan atas terlaksananya Pemilu 2019 secara aman, damai dan kondusif.
Masyarakat Kota Malang menolak cara-cara inkonstitusional, kekerasan dan anarkis serta politisasi agama pada pentahapan Pemilu 2019. Masyarakat juga mendeklarasikan untuk bersatu kembali dan menjaga kerukunan untuk bangsa dan negara.
Baca juga:
Hasil Pleno KPU: PDIP Kuasai Jatah Kursi DPRD Malang, PPP Kehilangan Kursi
Jumlah Petugas KPPS Meninggal Bertambah, Totalnya Jadi 440 Orang
Kisah Anggota KPPS Dikeluarkan dari Pekerjaan Karena Sakit Terlalu Lama Usai Pemilu
Melihat Proses Panjang dan Melelahkan Rapat Pleno KPU Bikin 'Salah Fokus' Tim Pokja
Bahas Perkembangan Pemilu, Zulkifli Hasan Kumpulkan Petinggi PAN