Membaca Makna Politik di Balik Jamuan Makan Siang Gibran dan Dasco
Potret kebersamaan intim keduanya menjadi yang kali pertama diunggah ke media sosial.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil DPR RI sekaligus Ketua Harian Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco menggelar pertemuan. Pertemuan itu dibalut dalam jamuan makan siang dan diunggah ke akun media sosial pribadi milik keduanya.
"Makan siang bersama Wakil Ketua DPR RI Bapak Sufmi Dasco. Menunya mie bakso, nasi dendeng balod dan tumis daun pepaya. Selamat berakhir pekan untuk kawan semua," tulis Gibran seperti dikutip Minggu (10/8).
Membaca hal tersebut, Pengamat Politik Iwan Setiawan dari Indonesia Political Review megatakan potret kebersamaan intim keduanya menjadi yang kali pertama diunggah ke media sosial. Sehingga dapat dibaca Gibran menjadi representasi kekuatan politik Jokowi dan Dasco mewakili kekuatan politik Prabowo.
"Gibran ingin menunjukkan bahwa pasca dikeluarkannya amnesty dan abolisi terhadap Hasto dan Tom Lembong kemarin, bukan berarti Jokowi ditinggalkan oleh Prabowo. Gibran ingin menyampaikan bahwa hubungan politik antara kubu Jokowi-Prabowo tidak seperti yang dipersepsikan publik saat ini. Mereka masih baik-baik saja," kata Iwan melalui pesan singkat diterima.
Diskusi Isu Pemakzulan Gibran
Bukan sebatas itu, Iwan menambahkan, pertemuan keduanya bisa juga terjadi diskusi soal isu pemakzulan terhadap Gibran. Sebab diketahui, surat yang dikirimkan oleh kelompok purnawirawan TNI posisinya sudah di tangan DPR.
"Bisa jadi juga membicarakan isu pemakzulan terhadap Wapres Gibran," ungkap dia.
Iwan melanjutkan, jika ada yang beranggapan pertemuan Gibran dan Dasco menjadi sinyal mendekatnya putra Jokowi itu partai Gerindra, hal itu sah-sah saja. Karena diketahui posisi Gibran saat ini tidak memiliki partai setelah dipecat PDI Perjuangan.
"Kalau terkait sinyal Gibran akan masuk Gerindra, tidak ada yang mustahil. Kalau misalnya masuk dalam klausul perjanjian saat Jokowi akan membantu Prabowo di Pilpres 2024 kemarin, bisa saja akan terjadi. Namun, saya rasa Gibran akan menentukan sikap masuk ke partai mana, akan ditentukan sekitar tahun 2027 nanti," dia menandasi.