LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Megawati dinilai punya penciuman politik tajam di Pilkada DKI

Faktor petahana bagi partai politik menjadi sangat strategis karena ketokohannya telah tertanam di memori publik

2016-08-19 01:27:00
Megawati
Advertisement

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang merasa pede dengan dukungan dari PDI Perjuangan terlontar usai menghadap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ahok dianggap baru merasa nyaman jika PDIP mendukung dirinya untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi melihat ada simbiosis mutualisme antara petahana dengan partai politik. Petahana membutuhkan ruang untuk kepastian kemenangan apalagi berasal dari partai yang jelas-jelas mempunyai kekuatan riel di lapangan. Sementara partai politik, membutuhkan figur yang kokoh untuk menjalankan visi misi partai.

"Jadi kalaupun nanti PDI Perjuangan akan mendukung Ahok–Djarot sebagai pasangan calon gubernur dengan wakil gubernur Jakarta mendatang, pasti partai telah memiliki kalkulasi strategis. Demikian juga jika halnya PDI Perjuangan menyorongkan nama lain di luar Ahok–Djarot, tentu Megawati pasti punya penciuman politik yang tajam," ujar Ari Junaedi seperti dilansir dari Antara, Kamis (18/8).

Menurut Ari, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diyakini mempunyai penciuman politik yang tajam dalam pilkada DKI Jakarta. Sehingga siapapun calon yang akan dipilih sebagai calon gubernur merupakan keputusan yang terbaik.

Dia menegaskan, harus diakui sebagai pemilik mayoritas suara di parlemen maka akses ke PDI Perjuangan menjadi penting dan signifikan. Demikian pula halnya dengan partai politik, mendukung petahana yang kuat secara elektabilitas dan popularitas akan memudahkan untuk meraih kemenangan di kontestasi pilkada.

Pengajar Program Pascasarjana UI ini melanjutkan, faktor petahana bagi partai politik menjadi sangat strategis karena ketokohannya telah tertanam di memori publik. Apalagi jika petahana yang didukung partai juga memiliki prestasi dan kerja nyata di masyarakat.

"Di tingkat provinsi misalnya, memenangkan Saefullah Yusuf di Jawa Timur jauh lebih mudah ketimbang calon lain. Di tingkat kabupaten misalnya, mendukung Hanan Rozak dan Heri Wardoyo di Pilkada Tulang Bawang, Lampung misalnya jauh lebih strategis bagi partai daripada mendukung calon lain yang kemenangan sangat diragukan," terangnya.

Baca juga:
Memotret peluang Ahok diusung PDIP
Ini alasan PDIP tak segera tunjuk Cagub dan Cawagub DKI Jakarta
Kemarin tak butuh, kini Ahok minta izin PDIP mau pinang Djarot
PDIP nikmati dinamika kader yang pro dan kontra Ahok
Bantah Ahok, Sekda sebut 'Santai saja tidak ada yang ditutup-tutupi'
Kerasnya Prabowo minta kader Gerindra total dukung Sandiaga Uno

Advertisement
(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.