LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Mantan Menkum HAM: Kasus Novel Baswedan Akan Turunkan Elektabilitas Jokowi

Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) masa pemerintahan SBY, Amir Syamsuddin menilai, lambannya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dapat menurunkan elektabilitas petahana, Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

2019-02-06 18:43:19
Pilpres 2019
Advertisement

Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) masa pemerintahan SBY, Amir Syamsuddin menilai, lambannya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dapat menurunkan elektabilitas petahana, Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

"Novel Baswedan ini adalah faktor yang akan menurunkan elektabilitas Jokowi," kata Amir dalam Diskusi publik 'Topic of the Week' bertajuk Hukum Era Jokowi, Mundur dan Zalim? di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (6/2) dikutip dari Antara.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat ini mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan Jokowi sebagai presiden dalam menuntaskan kasus Novel tanpa mencampuri permasalahan hukum.

Advertisement

"Menegakkan hukum itu bukan mencampuri. Otoritas Jokowi sebagai presiden bisa melakukan langkah-langkah tanpa dinilai sebagai mencampuri," tuturnya.

Dirinya menduga, ada ketidaktahuan, ketidakmampuan dan ketidakmauan dari Jokowi dalam upaya menyelesaikan kasus tersebut.

Menurut dia, kasus Novel Baswedan sudah memasuki tahun ketiga, namun hingga saat ini masih mangkrak dan belum diketahui siapa pelakunya. Amir pun berharap Presiden Jokowi bisa menyelesaikan kasus itu, sehingga tidak terjadi kemunduran hukum.

Advertisement

Diskusi juga dihadiri Pengacara Guru Honorer Andi M Asrun, Pendiri dan Ketua Umum HRS Center Abdul Chair Ramadhan, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzamil Yusuf, dan Politisi Partai Gerindra Muhammad Syafii.

Baca juga:
Prabowo: Dari Segi Otak, Rizal Ramli Lebih Pantas Jadi Presiden
Prabowo Bingung Para Pendukungnya Dijebloskan ke Penjara
Sederet Sosialita Cantik Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
JK Sebut Jokowi Bebas Dari Sifat Nepotisme & Otoriter
Unggah Foto Kampanye Jokowi, Komisioner KPU Solo Dilaporkan ke Bawaslu
Hadiri HUT FSPMI, Prabowo Sebut Buruh yang Pertama Dukung Maju Jadi Capres Lagi
Ini Alasan Investasi 2018 Melambat Versi Bos Bappenas

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.