Manfaat Kunjungan Prabowo ke Prancis: Bakom Soroti Hasil Signifikan untuk Indonesia
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menekankan pentingnya menilai kunjungan Prabowo ke Prancis berdasarkan manfaat nyata bagi Indonesia, bukan hanya frekuensi perjalanan, demi kepentingan nasional.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, baru-baru ini menegaskan bahwa setiap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis harus dinilai dari manfaatnya. Penilaian ini berfokus pada hasil konkret yang diperoleh Indonesia dari setiap perjalanan kenegaraan. Pernyataan ini disampaikan Qodari di Jakarta pada hari Minggu, menyoroti pentingnya dampak positif.
Qodari menjelaskan bahwa frekuensi perjalanan tidak menjadi tolok ukur utama, melainkan dampak nyata bagi kepentingan nasional. Pemerintah meyakini bahwa hasil dari kunjungan tersebut memiliki nilai besar. Hal ini disampaikan untuk menanggapi anggapan tentang potensi pemborosan anggaran negara.
Presiden Prabowo Subianto sendiri telah melakukan empat kali kunjungan ke Prancis sejak menjabat. Kunjungan-kunjungan ini meliputi partisipasi dalam parade militer hingga pertemuan bilateral penting. Fokus utama adalah penguatan hubungan serta kerja sama strategis di berbagai sektor vital.
Asas Kemanfaatan dalam Kunjungan Kenegaraan
Muhammad Qodari dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menekankan pentingnya asas kemanfaatan dalam menilai kunjungan Prabowo ke Prancis. Menurutnya, evaluasi perjalanan luar negeri tidak hanya berpatokan pada seberapa sering kunjungan dilakukan. Namun, lebih kepada dampak positif yang dihasilkan bagi kemajuan bangsa.
Anggapan mengenai pemborosan anggaran negara akibat beberapa kali kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis ditanggapi serius. Qodari menjelaskan bahwa pemerintah telah mempertimbangkan secara matang setiap perjalanan. Ia meyakini bahwa hasil yang didapatkan dari kunjungan tersebut sangat signifikan.
Pemerintah memiliki keyakinan kuat bahwa apa yang diperoleh dari setiap kunjungan Prabowo ke Prancis akan memberikan nilai tambah. Nilai tambah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar. Kontribusi tersebut mencakup berbagai sektor penting bagi pembangunan Indonesia.
Rangkaian Kunjungan dan Penguatan Hubungan Bilateral
Sejak awal masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah empat kali mengunjungi Prancis. Kunjungan-kunjungan ini menunjukkan komitmen kuat. Komitmen tersebut untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua negara.
Kunjungan pertama terjadi pada 14 Juli 2025, saat Presiden Prabowo menghadiri Parade Militer Hari Bastille di Paris. Selanjutnya, pada 23 Januari 2026, kunjungan kedua fokus pada pembahasan penguatan hubungan bilateral. Pertemuan tersebut melibatkan Presiden Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kunjungan ketiga, pada 14 April 2026, merupakan pertemuan empat mata antara kedua kepala negara. Diskusi mereka meliputi kerja sama strategis di bidang energi, pendidikan, dan komunikasi digital. Selain itu, investasi jangka panjang juga menjadi agenda utama pembicaraan.
Kunjungan keempat, yang berlangsung pada 28 Mei 2026, menghasilkan capaian konkret. Empat kesepakatan komersial berhasil ditandatangani. Kesepakatan ini bernilai fantastis, mencapai 3,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Kesepakatan Komersial dan Investasi Jangka Panjang
Kunjungan terakhir Presiden Prabowo ke Prancis pada 28 Mei 2026 membuahkan hasil signifikan. Terjalinnya empat kesepakatan komersial senilai 3,5 miliar dolar AS menegaskan potensi besar kerja sama. Jumlah ini setara dengan sekitar Rp61,25 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengonfirmasi pencapaian kesepakatan tersebut. Kesepakatan ini dicapai dalam acara peluncuran France-Indonesia High Level Business Council. Acara penting ini juga berlangsung pada 28 Mei 2026.
Peluncuran dewan bisnis tingkat tinggi tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Kehadiran kedua kepala negara menunjukkan komitmen. Komitmen tersebut untuk mendorong investasi dan kerja sama ekonomi yang lebih erat. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Prancis.
Sumber: AntaraNews