LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Makin kuat sinyal Ahok merapat ke parpol dan tinggalkan Teman Ahok

Revisi UU Pilkada dianggap bakal menyulitkan jalan Ahok dalam Pilgub DKI.

2016-06-25 07:40:00
Pilgub DKI 2017
Advertisement

Maret 2016, calon petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok menggelar pertemuan dengan barisan relawannya. Ahok menceritakan, dalam pertemuan itu dia menantang Teman Ahok (relawan Ahok). Jika sanggup mengumpulkan 1 juta KTP dukungan, Ahok berjanji tetap memilih maju Pilgub DKI dari jalur independen. Dia sadar risikonya besar, bisa jadi target tidak tercapai sementara partai politik sudah meninggalkannya. Di akhir pertemuan Ahok meyakini akan maju independen dengan Heru Budi Hartono bermodal semangat Teman Ahok mengumpulkan dukungan KTP.

Seiring berjalannya waktu, satu per satu partai politik menggoda keyakinan Ahok. Partai Nasional Demokrat (NasDem) menyatakan dukungannya pada Ahok meskipun maju melalui jalur independen. Menyusul Partai Hanura juga menyampaikan hal sama. Terakhir, Partai Golkar juga secara tegas menyatakan dukungan untuk mantan Bupati Belitung Timur ini. Di saat bersamaan, Teman Ahok berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta KTP dukungan.

Advertisement

Kabar datang dari gedung DPR, revisi UU Pilkada ditetapkan. Isinya dianggap ingin menjegal calon perseorangan. Sebab, dukungan bagi calon perseorangan harus dilakukan dengan verifikasi faktual ke pemberi dukungan. Artinya, 1 juta dukungan KTP untuk Ahok harus dicek kebenarannya ke pemilik KTP masing-masing. Tentu ini akan menyulitkan jalan Ahok jika nekat maju dari jalur independen.

Kondisi ini membuat suhu politik ibu kota memanas. Ahok mulai sering membicarakan tak tertutupnya pintu untuk maju pilgub dengan kendaraan partai politik. Namun Ahok harus memastikan terlebih dulu bahwa dukungan tiga parpol itu benar-benar diwujudkan dalam komitmen politik yang sah.

Advertisement

Teman Ahok juga tak mempermasalahkan bila Ahok maju melalui jalur partai politik. Asalkan ada perjanjian hitam di atas putih bahwa Ahok maju melalui jalur parpol dalam keadaan terjamin.

"Buat Teman Ahok selama parpol tidak berikan statement yang jelas mereka mau dukung selama tidak ada hitam di atas putih kita akan tetap fighting pada jalur independen," ujar Pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas di Pejaten, Minggu (19/6) malam.

Tiga partai politik pendukung Ahok akhirnya secara resmi memberikan 'tiket' untuk Ahok. Dia sendiri yang mengambil surat dukungan politik dari Partai NasDem, Partai Hanura dan Partai Golkar. Ahok melakukan safari politik dengan bertemu langsung dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya paloh, Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Ahok juga rajin menghadiri agenda yang diselenggarakan tiga parpol itu.

Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto akan menghormati dan tak mempermasalahkan apapun keputusan akhir Ahok dalam Pilgub DKI. Apakah tetap berada di jalur independen atau kembali ke 'pelukan' parpol. Yang terpenting Ahok tetap maju dalam pilkada tahun depan. Hal ini pun sudah dibicarakan dengan Teman Ahok.

"Jadi kita kan sudah bicara dengan Teman Ahok yang dukung secara Independen, kita sudah sepakat bahwa cara kita mendukung tak kita permasalahkan apakah independen apa parpol," ungkap Wiranto beberapa waktu lalu.

Merdeka.com mencatat sinyal dari Ahok yang mulai berpikir kembali ke 'pelukan' parpol. Berikut paparannya.

Baca juga:
Ahok akan temui Teman Ahok jika 3 partai resmi beri dukungan
Maju lewat partai atau independen, Ahok tetap pilih Heru cawagub
Golkar akhirnya pilih Ahok ketimbang Yusril
Hanura resmi beri dukungan, Ahok jamin tak akan mengecewakan
Dukungan NasDem dan Hanura dilihat dari kacamata TemanAhok

Tiket sulit atau mudah

Setelah mengantongi dukungan resmi dari tiga partai, Ahok berjanji menemui Teman Ahok usai Lebaran. Dalam pertemuan nanti dia akan tanyakan, apakah Teman Ahok tetap memilih jalur yang sulit atau mudah dengan diusung partai.

"Gua tanya nih gimana kita masih mau pakai tiket sulit atau mau tiket yang mudah. Prinsipnya tiga partai ini sama mau dukung mau ngusung sama," ujar Ahok.

Kita bisa ikut parpol

Teman Ahok, barisan relawan pendukung calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, telah berhasil mengumpulkan satu juta KTP. Namun Ahok masih 'galau' bakal melanjutkan maju melalui jalur independen atau kembali menggunakan kendaraan partai politik. Setidaknya sudah ada tiga parpol yang menyatakan mendukung Ahok yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hanura, dan Golkar.

Secara jujur Ahok mengakui masih memungkinkan maju melalui partai politik. "Kita mah siap saja, kalau selama partai bisa yakinkan Teman Ahok bahwa pasti calonkan saya, kita bisa ikut parpol," tegas Ahok saat ditemui di Balaikota, Jakarta, Senin (20/6).

Jalan Ahok untuk maju melalui parpol pun mulai terbuka. Dalam waktu dekat, parpol yang sudah menyatakan diri mendukung Ahok akan bertemu dengan relawannya. Setelah itu Ahok akan memutuskan tetap setia di jalur independen atau melalui partai politik.

Kita sangat siap

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyatakan ketegasannya dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. Ahok siap apabila dirinya diusung melalui partai politik ataupun melalui jalur independen.

"Mau independen atau partai, kita sangat siap, kalau misalnya kalau partai pun mau partai kalau mau diberikan," ucap Ahok kepada awak media di sekretariat Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan Minggu (19/6).

Ahok mengakui bahwa dirinya tidak menginginkan adanya kampanye dalam menghadapi Pilgub 2017 nanti. Sebab, kata Ahok, untuk kampanye harus merogoh dan mengeluarkan duit yang sangat besar.

"Saya sih tergantung teman-teman. Tadi kita juga udah sampaikan bukan karena saya juga, tapi lebih kurangnya apa. Tapi saya pastikan kami tidak mau kampanye, karena biayanya besar di Jakarta," jelasnya.

Saya orang parpol

Ahok menegaskan, terkumpulnya satu juta KTP bukan berarti bentuk dukungan agar Ahok melawan kekuatan parpol di Pilgub DKI. Sebab, sejak awal dia sudah menegaskan sebagai bagian dari partai politik nasional.

"Mereka (Teman Ahok) tahu saya kan juga orang parpol. Saya juga enggak pernah menyangkal kok. Saya bicara bapak saya tokoh Golkar di kampung saya. Bapak saya orang politik. Orang Golkar bapak saya kok," ujar Ahok.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.