Loyalis Mardiono Tolak Tokoh Luar Jadi Caketum PPP, Sindir Sandiaga Uno Gagal Beri Efek ke Partai
Rusli mencontohkan Sandiaga Uno sebagai tokoh eksternal yang masuk PPP namun ternyata tidak memberikan dampak elektoral bagi partai.
Wakil Ketua Umum PPP Rusli Effendi mendorong agar kader menjadi calon ketua umum dibanding tokoh eksternal di muktamar tahun ini. Rusli tidak ingin kursi ketum PPP ujug-ujug langsung diberikan oleh orang luar.
"Jadi kita ingin ya kader partai gitu saja. Jadi marwah itu kan harus kita jaga juga. Masa partai kita ujug-ujug dikasih ke orang luar," kata Rusli saat dihubungi, Rabu (14/5).
Rusli mencontohkan Sandiaga Uno sebagai tokoh eksternal yang masuk PPP namun ternyata tidak memberikan dampak elektoral bagi partai.
"Dan kita sudah coba itu Pak Sandi kan jadi Ketua Bappilu kan. Yang katanya kan kalau tokoh dari luar nanti akan bisa besarkan partai Ya kurang tokoh apa Pak Sandi kan dikenal, kaya juga," ucap Rusli yang dikenal sebagai Loyalis Ketum PPP Mardiono.
Sandiaga Tak Berdampak
Oleh sebab itu, tokoh tak bisa menjadi tolak ukur bisa membawa partai menjadi besar. Apalagi memberikan dampak signifikan terhadap keterpilihan atau elektoral bagi partai.
"Ya tapi partai tidak semata-mata karena ketokohan, harus semata uang juga kan. Ya nyatanya juga tidak memberi dampak elektoral yang berarti kan," sambungnya.
Atas hal itu, Rusli meyakini kursi Ketua Umum PPP lebih layak dipimpin kader murni. Jika pun ada tokoh eksternal yang bergabung ingin menjadi ketum maka mesti melalui persyaratan partai.
"Nah ini kan sebuah tesis politik kan. Karena itu kalau saya meyakini masih tetap partai ini dipimpin oleh kader murni," ujarnya.
"Ya silahkan mungkin kalau mau bergabung tokoh-tokoh luar kita sambut dengan baik dengan tangan terbuka. Tapi kalau untuk Ketum ada persyaratan AD/RT harus dilalui," tambahnya.
Relasi dengan Presiden Prabowo
Mengenai pertimbangan caketum PPP apakah mesti dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, menurut Rusli, hal itu soal relasi politik saja.
Rusli menilai, bahwa Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono pun punya kedekatan dengan Prabowo.
"Ya semua orang-orang yang ada di PPP ini punya hubungan kedekatan dengan Pak Prabowo. Apalagi Pak Mardiono kan di dalam sistem pemerintahan dia kan. Jadi itu soal hubungan, soal relasi saja," imbuhnya.
Rusli yakin, Presiden Prabowo bukan karakter yang ikut campur terhadap urusan internal partai politik. Namun dia mengakui, ketum parpol harus memiliki relasi yang baik dengan presiden.
”Kita partai ini kan, apalagi Pak Prabowo kan memberikan ruang kepada partai politik untuk mandiri gitu ya. Kalau soal hubungan relasi ya bisa dibaca sendiri kan. Apalagi juga punya hubungan yang cukup dekat gitu kan," pungkasnya.