LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kubu Prabowo Dianggap Menggiring Masyarakat Beralih ke Media Sosial

Karding menambahkan, pihaknya terus melakukan konsolidasi guna memperkuat elektoral Jokowi-Ma’ruf di sektor media sosial. Salah satu bentuk konsolidasi TKN mengatur media sosial adalah penyamarataan tanda pagar.

2018-12-07 17:56:20
Capres Jokowi
Advertisement

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai kubu Prabowo-Sandi tengah melakukan strategi kampanye terhadap masyarakat melalui media sosial ketimbang produk jurnalis. Hal itu, menurutnya, ditandai dengan sikap Prabowo yang menyerukan masyarakat tidak perlu memercayai pemberitaan di media masa.

Dengan sikap tersebut, imbuh Karding, masyarakat cenderung memilih rujukan melalui media sosial, sementara dari hasil riset pernah disebutkan bahwa di media sosial persentase berita bohong mencapai 60 persen. Dia menambahkan, dengan strategi tersebut, kubu Prabowo-Sandi dianggap leluasa menebar serangan politik diiringi data yang tidak akurat, cenderung bohong.

"Ini sebenarnya mau mengeliminasi fungsi-fungsi media dan membangun hoaks sebanyak-banyaknya di media sosial. Nah itu strategi politiknya," katanya di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Jumat (7/12).

Advertisement

Dia menegaskan pihak TKN tidak terkejut reaksi Prabowo yang terkesan anti pers. Sebab strategi itu menurut Karding sudah dilakukan di beberapa negara.

"Memang ada strategi dalam metodologi pemenangan politik hari ini, ada yang disebut strategi yang banyak dilakukan partai sayap kanan di beberapa negara, ada istilah post-truth atau firehouse of falsehood. Itu memang salah satunya pers didistorsi, dengan diserang, membangun ketidakpercayaan kepada pers di masyarakat bahwa pers itu tidak becus, berpihak, persis seperti yang disampaikan pak Prabowo," tukasnya.

Karding menambahkan, pihaknya terus melakukan konsolidasi guna memperkuat elektoral Jokowi-Ma'ruf di sektor media sosial. Salah satu bentuk konsolidasi TKN mengatur media sosial adalah penyamarataan tanda pagar.

Advertisement

Sebab, diakui Karding banyak akun media sosial influencer di TKN Jokowi-Ma'ruf belum memberikan hasil signifikan karena belum pemerataan tanda pagar yang digunakan.

"Seluruh kekuatan-kekuatan dan potensi-potensi medsos kita sedang kita konsolidasi misalnya ini jumlahnya (jumlah akun influencer yang bergabung dengan TKN) banyak, tapi main tagar sendiri-sendiri," tandasnya.

Baca juga:
Ma'ruf Amin Sebut Era Sebelum Jokowi Tidak Tegakkan Pemberantasan Korupsi
Hashim Ajak Penyandang Disabilitas Tidak Golput di Pilpres 2019
Erick Thohir Sebut Penembakan di Papua Tak Ganggu Kampanye Jokowi
Sandiaga Janjikan Empat Kursi Menteri Untuk Milenial
Sandiaga: Anggota DPR Tak Kerja Jangan Digaji

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.