LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Komisi Pengawas Demokrat segera sidang Ruhut Sitompul

Komisi Pengawas Demokrat segera sidang Ruhut Sitompul. Komisi Pengawas Partai Demokrat segera memanggil eks juru bicara Demokrat Ruhut Sitompul dan Anggota Dewan Pembina Hayono Isman. Pemanggilan itu menyusul sikap politik kedua kader tersebut yang memilih mendukung Ahok dan Djarot.

2016-09-28 12:37:36
Pilgub DKI
Advertisement

Komisi Pengawas Partai Demokrat segera memanggil eks juru bicara Demokrat Ruhut Sitompul dan Anggota Dewan Pembina Hayono Isman. Pemanggilan itu menyusul sikap politik kedua kader tersebut yang memilih mendukung Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017.

"Masalah mundur atau tidak dikembalikan pribadi masing-masing, Ruhut dan Isman sudah ditangani Komwas (Komisi Pengawas). Pemanggilannya belum, rencananya besok atau lusa, diminta klarifikasinya," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9).

Agus mengaku belum tahu apakah keduanya akan dijatuhi sanksi, sebab ada mekanisme yang berjalan. Keterangan dari Ruhut dan Hayono akan disidangkan. Kemudian, lanjutnya, hasil sidang tersebut akan diserahkan ke Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk diambil keputusan.

"Akan di persidangkan dan diberikan keputusan nantinya. Contoh tindakan komwas, saat Ruhut diberhentikan jadi jubir Partai Demokrat, itu mata runtut di komwas. Nanti rekomendasi dari komwas, akan diberikan ke ketum yang akan memutuskan," terangnya.

Menyikapi sikap politik keduanya, Agus berpendapat seharusnya Ruhut dan Hayono mengedepankan kepentingan parpol di atas kepentingan pribadinya. Pasalnya, setiap kader Demokrat wajib mengikuti apapun keputusan partai.

"Dalam kehidupan politik, kepentingan pribadi berada di bawah, dan kepentingan parpol yang utama yang paling tinggi. Yang bisa mengalahkan kepentingan parpol adalah kepentingan bangsa dan negara. Kita ikutin apa yang harus dikatakan parpol," pungkasnya.

Baca juga:
Demi Ahok, dua kader Demokrat ini ogah dukung Agus di Pilgub DKI
Dukung Ahok-Djarot, Ruhut diingatkan buat menangkan Agus-Slyviana
Ruhut Sitompul yang tak lagi loyal pada SBY
Tolak dukung Agus Yudhoyono, Ruhut bilang 'Kalau Ibas aku dukung'
Melawan, Ruhut Sitompul ibaratkan Ibas seperti tukang parkir
Kesal dikritik karena dukung Ahok, Ruhut balik serang elite Demokrat

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.