Komisi III soal capim KPK: Mereka perlu tegas tanpa mempermalukan
Komisi III akan mempertimbangkan kompetensi, kapabilitas, termasuk pertimbangan politik, capim KPK.
Politikus PPP, Arsul Sani, memastikan Komisi III DPR hanya akan meloloskan Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang tidak buat gaduh. Sebab menurutnya, kegaduhan penegak hukum semacam KPK bisa menguras energi.
"Kalau saya mau, mereka perlu tegas tanpa mempermalukan. Saya terus terang enggak mau kayak Amerika Serikat. Tegas boleh tapi enggak geger. Karena kalau gitu lelah kita," kata Arsul di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/11).
Dalam fit and proper test Capim KPK, nantinya Komisi III DPR akan memilih 5 orang anggota dan 1 ketua KPK. Menurutnya Komisi III akan mempertimbangkan kompetensi, kapabilitas, termasuk pertimbangan politik.
"Kita belum tahu yakin apa tidak. Tapi arah pertanyaannya belajar dari pengalaman dulu. Yang dipilih di mata publik galak tapi saat fit and proper test itu malah soft banget. Saya pribadi enggak mau seperti itu," tuturnya.
Politikus PPP kubu Romahurmuziy ini juga mengakui bahwa fit and proper test ini sempat tertunda. Hal tersebut lantaran pernah ada pengajuan dari DPR untuk merevisi UU KPK.
"Dulunya kan kita berpikir seperti itu (revisi UU KPK dulu). Contoh soal penyadapan yang perlu ijin pengadilan. Itu repot. Izin ada tapi dari komisi pengawas," pungkasnya.
Baca juga:
Plt Pimpinan KPK ogah komentari pengunduran fit & proper test di DPR
Utamakan RAPBN 2016, Fadli Zon akui DPR sengaja ulur uji capim KPK
Komisi III tunggu surat pimpinan DPR soal uji capim KPK
Pansel desak DPR tuntaskan seleksi pimpinan ketimbang ribut RUU KPK
Komisi III DPR belum bahas pelaksanaan fit and proper test capim KPK
Promosi, Brigjen Basariah jadi Polwan pertama jenderal bintang dua
DPR segera reses, fit and proper test capim KPK belum dijadwalkan