Koalisi Prabowo rapat perdana dengan para jubir bahas program kerja
Koalisi Prabowo rapat perdana dengan para jubir bahas program kerja. Yandri menerangkan, total sementara tercatat akan ada 20 juru bicara. Setiap partai koalisi, menyumbangkan sedikitnya lima perwakilan kadernya untuk menjadi kesatuan tim jubir.
Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan pertemuan perdana juru bicara mitra partai koalisi Prabowo-Sandiaga untuk membahas beberapa program kerja. Dia menjelaskan, nantinya setiap partai mitra koalisi akan mengirim masing-masing perwakilannya.
"Jadi ini perdana dengan para juru bicara Prabowo-Sandiaga, kita dari Parpol koalisi kumpul untuk saling kenal, kedua kita akan bahas program berikutnya," ujar Yandri di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, no. 10, Jakarta Selatan, Selasa (4/9).
Yandri menerangkan, total sementara tercatat akan ada 20 juru bicara. Setiap partai koalisi, menyumbangkan sedikitnya lima perwakilan kadernya untuk menjadi kesatuan tim jubir.
"Dari semua Parpol koalisi, jubir lebih dari 20 orang, dari PAN ada delapan, lima di antaranya, Hanafi Rais, Eko Patrio, Desy Ratnasari, Viva Yoga, dan saya sendiri," beber dia.
Nantinya, lanjut Yandri, jumlah jubir akan terus berkembang. Hal tersebut disesuaikan dengan tingkat kebutuhan usai rapat perdana hari ini.
"Jadi mitra koalisi ini nanti saling kenal setelah kita rapat untuk koordinator, soal eksternal kita belum tahu, mungkin kalangan profesionalnya juga ada," tambah dia.
Pantauan di lokasi, sebelumnya telah hadir Sekjen PAN Eddy Soeparno, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Sekjen PKS Mustafa Kamal.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kasus dugaan mahar politik Sandiaga, PDIP dukung Bawaslu dilaporkan ke DKPP
PPP minta kubu Prabowo buktikan tuduhan ada 25 juta pemilih ganda
PKS yakin jika #2019GantiPresiden solid Prabowo-Sandi bakal menang
AHY masuk dalam juru kampanye nasional Prabowo-Sandi
Jika jadi presiden, Prabowo akan tanami hutan rusak dengan pohon aren
Deddy Mizwar dan Lukas Enembe terancam sanksi berat dari Demokrat