Klarifikasi tim saat Anies dituding salahgunakan jabatan Mendikbud
Klarifikasi tim saat Anies dituding salahgunakan jabatan Mendikbud. Tim advokasi Anies-Sandi menilai kabar itu adalah fitnah dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab.
Tim pemenangan pasangan calon nomor urut dua, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno mengklarifikasi beredarnya kabar kegiatan negatif Anies Baswedan selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di media sosial. Tim advokasi Anies-Sandi menilai kabar itu adalah fitnah dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab.
"Kami menyampaikan sudah ada pernyataan dari sumber utama (orang yang menyebarkan fitnah) yang menyatakan semua informasi tersebut tidak benar semua. Dan semua yang diviralkan di media sosial itu tidak benar," kata Juven Hadi di sekretariat pemenangan tim Anies-Sandi, di Jalan Cicurug Nomor 6 Menteng, Jakarta, Selasa (28/2).
Juven mengatakan, penyebar isu tersebut sudah membuat surat penyesalannya. Menurut dia, dalam surat yang dikirim itu pelaku menyatakan bahwa kabar tersebut adalah fitnah belaka.
"Intinya berkaitan oleh pasangan calon kami ketika masih menjadi menteri terkait pengangkatan pejabat eselon, mengenai penerbitan buku yang ditanda tangani oleh bukan yang bersangkutan tapi malah pak Anies. Itu diterbitkan oleh institusi Kemendikbud jadi mau menterinya siapa juga pasti akan dia yang menandatanganinya. Dalam hal ini penyebar berita yang diketahui bernama Nina Ketjana Sani mengakui semua informasi tersebut tidak benar. Dan Yang bersangkutan menarik ucapannya," ungkapnya.
Di tempat sama, ketua tim pemenangan Anies-Sandi Muhammad Taufik berpendapat bahwa sikap Nina sangat tidak beradab. Dia pun mengimbau agar masyarakat menghentikan hal semacam ini.
"Ini cara-cara yang tidak beradab ini cara-cara biasa untuk viral baru dia meminta maaf. Saya minta masyarakat untuk setop kegiatan seperti ini mainlah Pilkada yang fair dan demokratis. Saya meminta tim hukum memanggil Nina untuk bertemu dengan saya," ujar Taufik.
Namun, tim advokat Anies-Sandi menganggap masalah yang ditimbulkan oleh Nina sudah selesai. "Terhadap kasus ini kami menyantakan kasus ini selesai," ungkap Juven.
Berkaitan dengan hal yang sama tim advokasi pemenangan Anies-Sandi masih melihat banyak sekali fitnah kepada Anies-Sandi. Sehingga mereka masih berpikir akan menempuh jalur hukum.
"Kami mencatat banyak sekali ada beberapa fitnah dan kami sendang memikirkan untuk mengabil langkah lebih lanjut. Karena Pilkada ini menjadi demokratis, beradab dan bermartabat. Dan akan kami tindak lanjuti dalam waktu dekat ini," pungkasnya.
Baca juga:
Pendukung Agus-Sylvi Kebayoran Lama berikrar menangkan Anies-Sandi
Djarot sebut putaran 2 tak imbang: Ahok terdakwa, Anies bebas
PPP sambut baik pertemuan Prabowo dan SBY jelang putaran kedua
Peta lumbung suara Ahok dan Anies Baswedan di putaran pertama
Novanto pastikan beri sanksi soal Titiek Soeharto dukung Anies-Sandi
Tim advokasi Anies-Sandi laporkan temuan suket palsu di Ciracas
Prabowo tancap gas pepet SBY cari dukungan lawan Ahok