Ketua MPR hormati keputusan Golkar jadikan Setya Novanto Ketua DPR
Zulkifli kembali menegaskan bahwa penggantian Ketua DPR merupakan hak partai berlambang pohon beringin tersebut. Semua pihak harus menghormati keputusan internal Golkar.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menuturkan, semua pihak harus menghormati keputusan internal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) yang berniat mengembalikan kursi Ketua DPR pada Setya Novanto.
"Itu hak partai Golkar penuh. Apa yang sudah menjadi keputusan Golkar. Itulah kita harus hormati. Jangan pakai berarti lagi, udah penuh itu hak beliau," tegas Zulkifli kepada awak media usai bertemu dengan Setya Novanto di gedung DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelli, Kemanggisan, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (23/11).
Zulkifli kembali menegaskan bahwa penggantian Ketua DPR merupakan hak partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Oleh karena itu, saya juga mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan partai Golkar. Tentu ini, karena hanya partai golkar. Kita hargai, kita hormati. Hak penuh, partai Golkar. Oleh karena itu, apa yang sudah diputuskan partai Golkar kita hormati betul," terangnya.
Untuk diketahui, Setya Novanto menjabat sebagai Ketua DPR sejak 2 Oktober 2014 hingga 16 Desember 2015. Sebelum akhirnya rekaman diduga suara Setya Novanto, Riza Chalid serta direktur utama PT Freeport Indonesia terkuat terkait lobi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Di rekaman itu ada permintaan saham PT Freeport.
Setya Novanto akhirnya lengser setelah terseret Kasus Papa Minta Saham. Ade Komarudin didaulat menggantikan Setnov menjadi Ketua DPR.
Setnov dan Akom lantas bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Golkar di Munaslub Golkar, Bali, 14-17 Mei 2016 lalu. Saat itu perebutan kursi orang nomor satu di parpol warisan Orde Baru itu berlangsung sengit. Ade Komarudin mengundurkan diri dari pencalonan dengan kesepakatan posisinya di DPR takkan digoyang.
Baca juga:
Digantikan Setnov dari posisi ketua, Akom tak mau nyalon DPR lagi
Mau diganti Setnov dari Ketua DPR, Akom mau temui para senior
Akom legowo jabatan ketua DPR diambil alih Setya Novanto
Setnov soal Akom: Semuanya saya bicarakan secara musyawarah dan baik
Politisi PDIP:Keputusan Golkar Setnov jadi Ketua DPR harus dihormati
Di balik pasrahnya PDIP, Setya Novanto kembali jadi Ketua DPR
Ade Komaruddin bakal jadi tumbal politik Setya Novanto