LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ketua DPR minta aparat awasi media sosial jelang pilkada dan pemilu

Jelang pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019, Ketua DPR Bambang Soesatyo merasa geram terhadap makin meningkatnya akun palsu di media sosial yang disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech. Korbannya tokoh nasional hingga Presiden Jokowi.

2018-02-14 14:03:00
Berita Hoax
Advertisement

Jelang pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019, Ketua DPR Bambang Soesatyo merasa geram terhadap makin meningkatnya akun palsu di media sosial yang disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech. Korbannya tokoh nasional hingga Presiden Jokowi. Terakhir, Presiden RI Kelima sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jadi korban hoax.

Karena itu, Bamsoet, sapaan akrabnya, meminta Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bertindak. "Mendesak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan pengawasan intensif terkait penyebaran fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial yang berpotensi menimbulkan konflik," tegas Bamsoet, Rabu (14/2).

Dia juga berharap Komisi I DPR melalui Kemenkominfo, memanggil penyedia media sosial dalam rapat dengar pendapat. Hal itu berguna untuk membahas persoalan tersebut dan menjadikan media sosial yang sehat dan netral.

Advertisement

Kepada BSSN, Bamsoet, meminta agar bersikap objektif terhadap penyebar fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial dengan mengacu pada hukum yang berlaku.

Bamsoet mengimbau masyarakat menggunakan akun media sosial secara bijak termasuk melaporkan jika melihat akun-akun yang digunakan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech. "Apalagi kalau terkait Pilkada dan Pemilu. Laporkan segera ke Kemenkominfo, BSSN, dan Kepolisian," tegasnya.

Di sisi lain, Bamsoet juga menyoroti rendahnya minat baca dan kemampuan individu di dalam mengolah serta memahami informasi atau kemampuan literasi. Sebagai Pimpinan DPR, Bamsoet meminta Pemerintah untuk melakukan koordinasi antar kementerian dan lembaga yaitu ementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bekerja sama.

Advertisement

"Tujuannya membuat skema penguatan akses baca kepada masyarakat," kata Bamsoet.

Pemerintah juga perlu melakukan inovasi terhadap akses baca melalui teknologi digital. Pada tataran keluarga, Bamsoet berharap ada upaya untuk membudayakan gemar membaca sejak dini. "Mengingat budaya gemar membaca merupakan bagian utama dari pembangunan sumber daya manusia," pungkasnya.

Baca juga:
Simulasi pengamanan Pilkada serentak 2018 di Bogor
1.167 polisi amankan penetapan Cagub Cawagub Sumut
Amankan Pilkada, Polda Sulsel dapat dana hibah dari pemprov Rp 128 miliar
Jaga stabilitas jelang Pilkada 2018, Kemendagri imbau kepala desa netral
Data Bawaslu, Papua, Maluku, dan Kalbar jadi provinsi paling rawan di pilkada 2018

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.