Kesaksian Anak Buah soal Loyalitas Prabowo ke Bawahannya, Tak Mudah Diprovokasi Pembisik
Dahnil menyebut Prabowo selalu menjaga kehormatan anak buah dan tidak mudah terpengaruh oleh isu dari luar.
Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menepis tudingan Presiden Prabowo Subianto merupakan "boneka" Presiden Joko Widodo. Melalui akun media sosial X @Dahnilanzar, Dahnil membagikan kisah personalnya selama tujuh tahun mendampingi Prabowo.
"Beliau bukan boneka siapa pun, saya pastikan itu tidak akan pernah terjadi," tegas Dahnil dalam unggahan Rabu (7/5).
Dahnil menilai Prabowo memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, perhatian pada kesejahteraan tim, dan selalu memikirkan nasib rakyat kecil.
"Diskusi dengan beliau tak jauh seputar tentang kesulitan hidup rakyat yang termiskin," ungkapnya.
Ia menyebut Prabowo selalu menjaga kehormatan anak buah dan tidak mudah terpengaruh oleh isu dari luar.
"Pak Prabowo akan menjaga martabat tokoh senior yang beliau hormati pun demikian kehormatan anak-anak buahnya yang bekerja dengan loyal," kata Dahnil.
Cerita Ditolak Jadi Stafsus, Prabowo Tetap Tunjuk Dahnil
Dahnil mengisahkan, usai Pilpres 2019, Prabowo sempat mengajukan namanya sebagai staf khusus Menteri Pertahanan bersama dua rekan lainnya. Namun, hanya dua nama yang disetujui oleh Istana. Nama Dahnil ditolak, diduga karena perannya sebagai jubir utama di Pilpres.
"Kesimpulan kami, mungkin karena residu Pilpres," ujar Dahnil.
Namun Prabowo tidak menyalahkan Jokowi. Sebaliknya, ia tetap menunjuk Dahnil menjadi Asisten Khusus sekaligus Juru Bicara Menteri Pertahanan.
"Yang butuh kamu saya, bukan yang lain. Dan saya yakin penolakan bukan dari Pak Jokowi," kenang Dahnil.
Tak Bisa Diadu Domba
Dahnil menyatakan, Prabowo adalah pemimpin yang mampu menjaga hubungan baik dengan para tokoh bangsa, termasuk Jokowi, SBY, dan Megawati.
"Yang berusaha mengadu domba Pak Prabowo dengan Pak Jokowi, Pak SBY atau Ibu Megawati tidak akan sukses," katanya.
Bahkan, saat muncul desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran dari Forum Purnawirawan TNI, Prabowo disebut siap berdialog.
"Pak Prabowo mau dan bersedia berdialog dengan mereka, agar tidak ada permusuhan di antara semuanya," tutup Dahnil.