LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kembali ke Golkar, Nusron siap jika diminta Setnov jadi pengurus

Dia akan meminta izin Presiden Joko Widodo jika nantinya diminta menjadi pengurus partai.

2016-05-24 11:38:28
Setya Novanto Ketum Golkar
Advertisement

Politikus Golkar Nusron Wahid pernah dipecat dari keanggotaan partai karena mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Saat itu, Partai Golkar merupakan salah satu penopang pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa.

Seiring rekonsiliasi partai berlambang beringin, status Nusron Wahid beserta Poempida Hidayatullah dan Agus Gumiwang yang juga pendukung Jokowi-JK saat itu, direhabilitasi dan kembali tercatat menjadi kader Partai Golkar. Keputusan itu diambil dalam Munaslub Golkar di Bali beberapa waku lalu.

Saat ini Partai Golkar telah memiliki nakhoda baru yakni Setya Novanto yang terpilih sebagai Ketua Umum partai saat gelaran Munaslub di Bali. Nusron yang kini menjabat sebagai Kepala BNP2TKI mengaku siap apabila ditunjuk menjadi pengurus inti Partai Golkar.

Advertisement

"Semua saya serahkan pada Ketua Umum terpilih, dimasukan pengurus Alhamdulillah, tidak dimasukkan tetap bantu, namanya kita pernah aktif dan besar di sana, saya besar di Golkar. Saya besar di NU dan Golkar. Kan dua-duanya enggak boleh kita tinggalkan," kata Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/5).

Jika nantinya dia ditunjuk menjadi pengurus Partai Golkar, Nusron Wahid akan merangkap jabatan. Dia akan terlebih dulu meminta izin kepada Presiden Jokowi apakah diperbolehkan untuk merangkap jabatan.

"Kalau monggo diperbolehkan enggak apa-apa Alhamdulillah jalan, kalau enggak boleh ya sudah makanya kita pasukan harus memilih salah satu," ujarnya.

Advertisement

"Semua kembalikan ke Ketua Umum dan Presiden, yang kasih pangkat kan Ketua Umum, yang kasih jabatan saya Presiden, semua terserah Presiden dan Ketua Umum."

Baca juga:
Golkar tak khawatir muncul Partai Beringin Karya
Hanura nilai Pilkada DKI semakin menarik jika Golkar dukung Ahok
Hanura sambut baik jika Golkar dukung Ahok di Pilgub DKI 2017
Akbar minta Setnov fokus Pilkada 2017 daripada dukung Jokowi di 2019
Tak lelah-lelahnya debat soal pantas tidaknya Soeharto jadi pahlawan
Gagal jadi ketua umum, Akom minta jabatan Waketum Golkar

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.