Kedubes AS Fasilitasi Pengiriman Jenazah Pilot Nicholas, Korban KKB Yahukimo
Direktur Utama PT AMA mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Amerika Serikat memfasilitasi pengiriman jenazah Pilot Nicholas F. Goselin, korban penembakan KKB di Yahukimo, memicu perhatian pada keamanan penerbangan di Papua.
Penembakan tragis terhadap Pilot Nicholas F. Goselin oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Balinggama, Yahukimo, menyisakan duka mendalam. Insiden ini terjadi saat pesawat yang ia kemudikan mendarat di Lapangan Terbang Perintis Balinggama. Proses pengiriman jenazah Pilot Nicholas kini difasilitasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Nicholas F. Goselin adalah seorang pilot berkebangsaan asing yang telah mengabdi selama tiga tahun bersama PT Associated Mission Aviation (AMA). Ia merupakan salah satu dari 16 pilot yang berdedikasi melayani masyarakat pedalaman Papua. Peristiwa ini menjadi sorotan utama terkait keamanan di wilayah tersebut.
Direktur Utama PT AMA, Bob Kayadu, mengonfirmasi bahwa jenazah telah diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai GIA. Selanjutnya, Kedubes AS akan mengurus kepulangan jenazah ke negara asalnya. Insiden ini terjadi pada Kamis (2/7), mengguncang operasional penerbangan di Papua.
Kedubes AS Kawal Pengiriman Jenazah Pilot Nicholas
Proses pengiriman jenazah Pilot Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan KKB, kini sepenuhnya berada di bawah koordinasi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh prosedur berjalan lancar sesuai standar internasional. PT AMA telah menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak Kedubes AS.
Bob Kayadu, Direktur Utama PT AMA, menjelaskan bahwa jenazah telah berhasil diterbangkan dari Papua menuju Jakarta. Penerbangan tersebut menggunakan layanan maskapai GIA, sebuah upaya cepat tanggap setelah insiden tragis. Fasilitasi oleh Kedubes AS menunjukkan pentingnya kasus ini bagi pemerintah Amerika Serikat.
Dukungan dari Kedubes AS sangat krusial dalam situasi seperti ini, terutama mengingat status Nicholas sebagai warga negara asing. Mereka bertanggung jawab penuh untuk mengurus segala keperluan administratif dan logistik. Hal ini termasuk persiapan untuk kepulangan jenazah ke negara asal mendiang pilot.
Insiden Penembakan KKB dan Dampaknya pada Armada AMA
Insiden penembakan yang menimpa Pilot Nicholas F. Goselin terjadi pada Kamis (2/7) di Lapangan Terbang Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Setelah pesawat jenis Pilatus Porter yang ia kemudikan mendarat, KKB langsung melancarkan serangan. Akibatnya, pesawat tersebut dibakar hingga tidak dapat dioperasikan lagi.
Peristiwa ini menandai pertama kalinya PT AMA mengalami serangan serius dari KKB setelah 67 tahun beroperasi di Tanah Papua. Bob Kayadu menyatakan bahwa insiden ini sangat disayangkan dan menjadi pukulan berat bagi perusahaan. Sebelumnya, AMA selalu beroperasi tanpa gangguan signifikan.
Dampak langsung dari serangan ini adalah berkurangnya armada PT AMA. Dari delapan unit pesawat jenis Pilatus Porter dan Caravan yang dimiliki, kini hanya tersisa tujuh unit yang dapat dioperasikan. Selain itu, jumlah pilot AMA juga berkurang menjadi 15 orang, termasuk beberapa di antaranya adalah warga negara asing.
Kehilangan satu pesawat dan satu pilot tentu memengaruhi kapasitas operasional AMA dalam melayani masyarakat. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua. Pihak berwenang diharapkan dapat meningkatkan keamanan di area tersebut.
Komitmen AMA dalam Pelayanan Masyarakat Pedalaman Papua
Meskipun menghadapi tantangan berat, PT AMA menegaskan kembali komitmennya untuk terus melayani masyarakat di pedalaman Tanah Papua. Bob Kayadu menjelaskan bahwa selama ini, armada pesawat AMA secara eksklusif memberikan pelayanan kepada warga sipil. Mereka tidak pernah mengangkut personel TNI, Polri, atau bahkan anggota KKB.
Fokus utama AMA adalah menerbangkan masyarakat ke berbagai wilayah yang hanya dapat dijangkau oleh pesawat berbadan kecil. Layanan ini sangat vital bagi konektivitas dan distribusi logistik di daerah terpencil Papua. AMA menjadi tulang punggung transportasi bagi banyak komunitas.
Armada pesawat AMA, yang kini berjumlah tujuh unit, dirancang khusus untuk kondisi geografis Papua yang menantang. Pesawat jenis Pilatus Porter dan Caravan dikenal handal dalam operasi penerbangan perintis. Dedikasi ini telah terbukti selama puluhan tahun pengabdian mereka di wilayah tersebut.
Insiden tragis ini tidak akan menyurutkan semangat AMA untuk terus berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua. Mereka berharap insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Keamanan penerbangan perintis harus menjadi prioritas utama.
Sumber: AntaraNews