LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kasus Salah Input Suara, Prabowo-Sandi akan Laporkan KPU ke DKPP dan Polisi

KPU salah input data suara dalam Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng). Suara yang diperoleh Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tak sesuai dengan hasil scan form C1. Hal ini terjadi di sejumlah wilayah, khususnya TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

2019-04-19 18:18:19
KPU
Advertisement

KPU salah input data suara dalam Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng). Suara yang diperoleh Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tak sesuai dengan hasil scan form C1. Hal ini terjadi di sejumlah wilayah, khususnya TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Meskipun KPU mengakui kesalahannya dan telah memperbaiki data tersebut, koalisi Prabowo-Sandiaga merasa dirugikan akan hal itu. Sebab, suara Prabowo-Sandiaga menyusut di Situng KPU itu.

Bahkan Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi DKI akan melaporkan KPU RI dan KPU Jakarta Timur, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Advertisement

Ketua BPP DKI Prabowo-Sandi, Muhamad Taufik mengatakan, kasus ini tidak wajar. Bahkan, terlihat jelas unsur kesengajaan untuk mengurangi suara pasangan Prabowo-Sandi.

"Masak, dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma'ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara. Tapi, data yang diinput KPU, suara Jokowi-Ma'ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara. Ini namanya pelanggaran pemilu. Kami, akan laporkan ke DKPP dan polisi," tegas Taufik kepada wartawan, Jumat (19/4).

Ketua Seknas Prabowo-Sandi itu menegaskan, cara-cara membolak-balikan data input merupakan cara kotor yang merugikan pasangan nomor urut 02. Semestinya, KPU sebagai penyelenggara pemilu berada di tengah atau tak boleh memihak. Baginya, ini jelas pelanggaran yang tak bisa ditolerir.

Advertisement

Menurut ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu, jika tidak ketahuan maka KPU berhasil melakukan mark up suara untuk pasangan 01.

"Sangat berani ini KPU melakukannya. Bagi saya, ini tak bisa diterima begitu saja, alasan salah input. Ini kesengajaan. Kami, akan laporkan ke DKPP dan pidanakan," tegas dia.

Diketahui, terjadi salah input di TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma'ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara.

Tapi, dalam data yang diinput KPU, suara Jokowi-Ma'ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara. Hal inipun ramai diperbincangkan di sosial media.

Komisioner KPU Evi Novida Malik menjelaskan, Situng adalah upaya pihaknya untuk menjadikan Pemilu serentak transparan dan siapapun bisa melihat penghitungan suara. Apabila ada kesalahan, KPU tak menutup diri untuk melakukan koreksi.

"Ini adalah bagian dari transparansi kami sebagai penyelenggara Pemilu. Setiap orang boleh memberikan masukan bila ada yang tidak pas di entri," jelas Evi kepada merdeka.com, Jumat (19/4).

Evi pun menegaskan, kesalahan entri kasus di TPS 093 di Bidara Cina telah diperbaiki. Dalam Situng KPU. suara Prabowo-Sandi kembali seperti di C1 yakni 162. suara Jokowi-Ma'ruf 47.

"Data scan dan upload adalah data sementara, pada penghitungan di TPS para saksi dan Panwas mendapatkan salinannya juga. Pada rekapitulasi di PPK dapat dikoreksi bila ada kesalahan. Bila kesalahan input maka kita koreksi input sesuai C1," tutup dia.

Baca juga:
Suara Jokowi Naik & Prabowo Menyusut dari C1, KPU Akui Ada Salah Kirim Data
Suara Prabowo di Jempong Baru dari C1 Susut di Situng KPU
KPU Perbaiki Data TPS 093 Bidara Cina yang Buat Prabowo Turun 106 Suara
Suara Jokowi Naik 100 dari C1 di TPS 05 Batang Tura Sirumambe di Situng KPU
KPU Akui Ada Kesalahan saat Input Data
KPU Beri Santunan Petugas KPPS Meninggal: Mereka Pahlawan Demokrasi
Mahfud Minta 2 Kubu Capres Tunggu Hasil Resmi KPU dan Tak Klaim Kemenangan
KPU Minta Dua Kubu Setop Klaim Kemenangan, Tunggu Penghitungan Resmi

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.