LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Kapitra: Katakanlah umpamanya saya caleg PDIP, lalu saya murtad?

Sosok Kapitra muncul saat aksi bela Islam 212 dan menerima kuasa untuk mengawal kasus chat porno pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab. Dia memastikan bantahan soal maju sebagai caleg PDIP bukan karena beberapa gerakan yang dia lakukan sebelumnya.

2018-07-18 16:37:10
Pendaftaran Caleg
Advertisement

Mantan Pengacara Habib Rizieq Syihab (HRS) Kapitra Ampera tidak merasa dimanfaatkan oleh PDIP karena ditawarkan dan dicalonkan menjadi calon legislatif 2019. Dia menegaskan, tidak ada partai politik yang meminta atau merekomendasi dan menyalonkannya sebagai caleg selain PDIP.

Sehingga, kata Kapitra, tak tepat pula bila ada yang menyebut dirinya pindah haluan politik.

"Pindah haluan, memang saya ini kapal. Haluan mana yang saya pindahin? Apa saya pindah agama? Katakanlah umpamanya saya caleg PDIP, lalu saya murtad? Saya kafir? Saya munafik?" ujar Kapitra di Masjid Al - Ijtihad, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (18/7).

Advertisement

Sosok Kapitra muncul saat aksi bela Islam 212 dan menerima kuasa untuk mengawal kasus chat porno pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab. Dia memastikan bantahan soal maju sebagai caleg PDIP bukan karena beberapa gerakan yang dia lakukan sebelumnya.

"Oh tidak, saya tadi udah jelaskan bahwa 212 itu adalah aksi bela Islam atas penistaan agama Islam, penistaan ini sudah clear dan clean sudah diadili dan dihukum, lalu ada akses, ada ulama dikriminalisasi dan sebagainya," kata Kapitra.

"Saya diberi kuasa juga bagian bukan saya satu satunya, saya hanya bagian dari penerima kuasa, lalu ini juga yang sudah ditahan dikeluarin yang ditersangkakan (Habib Rizieq) sudah di SP3 (kasusnya dihentikan) dan sebagainya, berarti ini udah selesai dong, konstruksi ini udah final," sambungnya.

Advertisement

Dia kurang setuju bila ada anggapan PDIP dibenci masyarakat karena jauh dari nilai Keislaman. Kapitra menuturkan, PDIP juga bekerja sama dengan partai Islam ketika mengusung calon calon kepala daerah. Urusan kepercayaan bagi dia, juga dengan Sang Pencipta sendiri.

"PDIP dibenci masyarakat, tapi di lapangan di daerah daerah berkoalisi dengan partai pendukung aksi bela Islam, mencalonkan orang untuk memimpin daerah dan sebagainya itu gimana, itu urusan merekalah urusan umat, urusan saya adalah tanggung jawab saya secara personal kepada Tuhan saya kepada diri saya dan kepada masyarakat, kepada Indonesia," tuturnya.

Baca juga:
Tak menolak jadi Caleg PDIP, Kapitra Ampera ajukan 3 syarat
PPP tak daftarkan Rommy jadi caleg agar fokus bantu kampanye
Partai Garuda dan PKPI tak daftarkan caleg ke KPU Solo
Ketum PAN ungkap biaya 'transfer' Lucky Hakim ke NasDem capai Rp 5 M
7 Menteri Jokowi yang jadi Caleg di Pemilu 2019
701 Bacaleg dari 16 Parpol terdaftar di KPUD Tangsel
Golkar sebut Wakil Wali Kota Makassar batal nyaleg

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.