LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jokowi Soal Litbang Kompas: Hasil Survei yang Baik Justru Melemahkan Kita

Mantan Gubernur DKI Jakarta menyebut, hasil survei Kompas yang menunjukkan elektabilitasnya dan Ma'ruf Amin menurun, justru akan dijadikan pengingat. Jokowi menilai survei yang menunjukkan hasil baik membuat timnya menjadi tak waspada.

2019-03-20 20:18:37
Jokowi
Advertisement

Capres petahana Joko Widodo atau Jokowi menanggapi hasil survei Litbang Kompas, yang menunjukkan elektabilitasnya dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto hanya selisih 11,8 persen. Menurut dia, hasil survei tersebut menjadi bahan evaluasi untuk tim kampanyenya.

"Ya survei ini kan banyak sekali kan. Survei ini banyak sekali, mungkin ada lebih dari 10. Semuanya kita pakai untuk evaluasi untuk koreksi," kata Jokowi di Kantor DPD PDIP Tebet Jakarta Selatan, Rabu (20/3).

"Untuk memacu bekerja lebih baik lagi. Semua survei kita lihat. Semua survei kita lihat. Sebagai bahan koreksi, sebagai bahan evaluasi untuk mendorong bekerja lebih baik lagi," sambungnya.

Advertisement

Mantan Gubernur DKI Jakarta menyebut, hasil survei Kompas yang menunjukkan elektabilitasnya dan Ma'ruf Amin menurun, justru akan dijadikan pengingat. Jokowi menilai survei yang menunjukkan hasil baik membuat timnya menjadi tak waspada.

"Kalau saya hasil (survei) yang baik justru akan melemahkan kita. Jadi tidak waspada. Hasil survei yang tidak baik atau kecil bisa mendorong memicu seluruh relawan kader untuk bekerja lebih militan lagi," jelas dia.

Dikutip merdeka.com dari Harian Kompas Rabu (20/3/2019), berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini lebih tipis dibandingkan survei Litbang Kompas Oktober 2018.

Advertisement

Elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini hanya selisih 11,8 persen. Jokowi - Maruf mendapat perolehan suara 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Ma'ruf 37,4 persen. Sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya.

Metode pengumpulan pendapat menggunakan wawancara tatap muka sejak tanggal 22 Februari - 5 Maret. Survei ini diikuti 2.000 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error penelitian plus/minus 2,2 persen.

Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, Litbang Kompas juga telah merilis elektabilitas dua pasangan capres. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebanyak 52,6 persen sedangkan Prabowo- Sandiaga Uno32,7 persen. Sebanyak 14,7 persen masih merahasiakan pilihannya. Saat itu, selisih suara keduanya masih 19,9 persen.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Komentari Survei Litbang Kompas, Priyo Budi Sebut Rakyat Sedang Menghukum Incumbent
Elektabilitas Capres-Cawapres Stagnan, Mesin Partai Politik Dinilai Tak Maksimal
PAN Soal Survei Litbang Kompas: Lampu Kuning Buat Jokowi
Fadli Zon Sebut Isu Ekonomi Buat Elektabilitas Prabowo Bisa Kejar Jokowi
TKN: Survei Kompas soal Ekstrapolasi Elektabilitas, Jokowi Sudah Melebihi 2014
Elektabilitas Melejit di Survei, Sandiaga Sebut Pemilu akan Ketat Hingga Last Minute
Selisih Jokowi & Prabowo Kian Tipis, BPN Intensifkan Kampanye 'Door To Door'

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.