Jika gagal atasi macet, 2 tahun lagi pamor Jokowi-Ahok merosot
"Sebanyak 22 persen responden mengatakan yang paling bertanggung jawab (soal kemacetan) ialah gubernur DKI."
Popularitas yang diraih Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) saat ini masih tinggi. Nama kedua orang ini masih dipuji-puji sebagian besar warga di DKI Jakarta.
Namun, popularitas keduanya terancam menurun apabila tidak dapat menyelesaikan beberapa penyakit vital yang menyerang ibu kota saat ini, yakni kemacetan, banjir dan masalah transportasi.
Hal itu disampaikan Chairman Pusat Data Bersatu (PDB) Didik J. Rachbini dalam diskusi yang bertajuk "Kinerja Pemprov DKI Jakarta dan Masa Depan Jakarta", Jumat (29/11).
"Jika masalah utama tidak bisa diatasi maka dalam setahun atau dua tahun popularitas keduanya akan menurun," ujar Didik di Pascasarjana Paramadina/PGS, the Energy Tower lantai 22 Kompleks SCBD, Jakarta.
Alasannya, menurut Didik, berdasarkan poling yang diambil dari 500 responden pada 8-10 November 2013, didapatkan hasil bahwa pihak paling bertanggung jawab terhadap permasalahan kemacetan di DKI Jakarta adalah gubernur.
"Sebanyak 22 persen mengatakan bahwa yang paling bertanggung jawab ialah gubernur DKI. Kemudian 9 persen mengatakan Dinas Perhubungan dan 5,5 persen masyarakat sendiri," kata Didik.
Baca juga:
Eksekusi warga Waduk Ria Rio, ratusan polisi disiagakan
Jokowi tak perlu ikut campur kebijakan mobil murah
Dipuji SBY soal lelang jabatan, Jokowi merendah
Ahok sering ceplas ceplos, Gerindra mulai kritik tegas
Biang kemacetan, akses Plaza Semanggi via Jl Gatsu akan ditutup