LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jawaban Gerindra saat Prabowo dinilai Demokrat terkesan malas kampanye

Andi Arief menilai capres Prabowo Subianto terkesan malas dan jarang tampil pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

2018-10-15 15:46:10
Prabowo-Sandiaga
Advertisement

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra bidang Kaderisasi dan Informasi Publik, Sugiono menjawab alasan Capres Prabowo Subianto terkesan malas dan jarang tampil pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Bahkan, sindiran terkait muncul dari kader partai pengusungnya sendiri, yakni politikus Demokrat, Andi Arief.

"Banyak orang yang tidak tahu bahwa agenda Pak Prabowo sangat padat meskipun sifatnya bukan agenda publik," ujar Sugiono, lewat siaran pers, Senin (15/10/2018).

Sugiono menjelaskan, walau Prabowo mengisi agenda internal, bukan mengartikan tentang hal tersebut tidak menyangkut hajat kepentingan orang banyak.

Advertisement

"Meskipun bukan agenda publik seperti mengadakan kampanye terbuka dengan ribuan masyarakat di daerah-derah. Tetapi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh itu bertujuan untuk kepentingan publik yang lebih luas," jelas dia.

Sugiono merinci, agenda nonpublik dilakukan Prabowo seperti berdialog dengan para ekonom untuk membahas dan merumuskan kesejahteraan ekonomi untuk rakyat Indonesia, atau ada pula kegiatan dengan para tenaga kesehatan yang bertujuan untuk merumuskan konsep kesehatan untuk kepentingan rakyat Indonesia.

"Jadi kampanye Pemilu tidak harus selalu diliput media yang seakan-akan hanya berusaha untuk menaikkan citra. Prabowo memiliki cara sendiri agar visi misi menjadi capres dapat langsung dirasakan masyarakat luas," jelasnya.

Advertisement

Sugiono menekankan, bahwa saat ini hal terpenting dilakukan Prabowo adalah untuk merumuskan dan membuat strategi menciptakan Indonesia yang adil makmur, untuk bisa dijalankan ketika terpilih nanti.

"Jadi jangan sampai jika terpilih nanti Janji-janji kampanye nya tidak bisa ditepati karena tidak memiliki kemampuan serta arah yang jelas untuk melaksanakannya," tandas Sugiono yang juga merupakan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu.

Baca juga:
Prabowo nilai ekonomi kebodohan, Ma'ruf Amin bawa konsep arus baru
Kasus hoaks Ratna Sarumpaet, polisi besok periksa Dahnil Simanjuntak
Zulkifli Hasan ajak Sandiaga temui tokoh Aksi 212 di Ciamis
Waketum BPN Prabowo-Sandi diperiksa polisi terkait hoaks Ratna Sarumpaet
Gerindra pilih kritik kubu Jokowi dengan kampanye positif
Tak mau ikut PKS, PPP nilai kampanye negatif tidak mendidik
Fahri Hamzah: Sohibul Iman mau tanggung dosa kampanye negatif?

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.