LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Jawab pidato SBY, Timses meyakini Jokowi bakal netral pada pemilu 2019

Sekretaris Jenderal NasDem itu menambahkan, calon presiden petahana Joko Widodo juga bakal bersikap netral selama penyelenggaraan Pilpres 2019. Termasuk aparatur sipil negara (ASN), Gubernur, Bupati, dan Wali Kota bakal netral.

2018-09-18 18:08:05
Koalisi Jokowi
Advertisement

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meyakini situasi perpolitikan menjelang Pemilu 2019 bakal panas. SBY mengatakan, keberpihakan aparat negara, intelijen, Polri dan TNI bakal diuji.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja, Johnny G Plate, menuturkan memang sudah aturannya demikian. Hal itu juga berlaku kepada semua pihak.

"Yaa memang UU sudah mengatur itu, bukan cuma Pak SBY sebagai Ketum partai," ujar Johnny di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Advertisement

Sekretaris Jenderal NasDem itu menambahkan, calon presiden petahana Joko Widodo juga bakal bersikap netral selama penyelenggaraan Pilpres 2019. Termasuk aparatur sipil negara (ASN), Gubernur, Bupati, dan Wali Kota bakal netral.

"Pak Joko Widodo sebagai Presiden juga, dan minta tentu gubernur, bupati, wali kota, pastikan ASN netral polri netral sesuai tupoksi masing-masing," ucapnya.

Dia melanjutkan, penyelenggaraan pemilu tidak hanya kepentingan segelintir orang. Maka, dia yakin tidak akan ada yang berpihak.

Advertisement

"Kalau itu kepentingan semua pihak, kepentingan paslon dan parpol caleg-calegnya dan kepentingan anggota DPD, peserta pemilu," tutupnya.

Sebelumnya, SBY mengangkat netralitas intelejen, Polri, dan TNI dalam pidato politik HUT Demokrat ke-17. Dia menyebut negara bakal diuji apakah pemilu akan berlangsung damai, adil dan demokratis.

"Dan kita akan diuji, apakah perangkat negara termasuk intelijen, kepolisian dan militer netral dan tidak berpihak. Ingat, TNI, Polri dan BIN adalah milik negara, milik rakyat Indonesia. Akan mencederai sumpah dan etikanya kalau aparat negara tidak netral. Sebagai salah satu pelaku reformasi, saya ingatkan TNI, Polri dan BIN harus belajar dari sejarah, bahwa karena kesalahan masa lampaunya, rakyat terpaksa memberikan koreksi," imbuh presiden ke-6 RI itu di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

Baca juga:
Ma'ruf soal Kwik Kian Gie di kubu Prabowo: Konsep ekonomi saya oke-oke saja
Ma'ruf Amin di acara Perindo: Kalau hari ini jadi cawapres nanti wapres
Farhat Abbas dipolisikan terkait postingan 'Pilih Pak Jokowi Masuk Surga'
Ma'ruf Amin mundur dari ketua MUI jika jadi wakil presiden
Tanggapi tudingan Demokrat, NasDem ungkit foto Fadli Zon dan Setnov bersama Trump
Tim kampanye tak masalah Jokowi-Ma'ruf dapat nomor berapapun di Pilpres
Johan Budi mundur dari tim kampanye, NasDem nilai belum perlu dicari pengganti jubir

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.