Ini kriteria Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin
"Karena beliau (Jokowi) mengharapkan kita ini incumbent, mengharapkan harus membangun tradisi yang baik, yang lebih demokratis," ucap Hasto.
Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK, telah menolak mengisi kursi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Dia memilih menjadi Ketua Tim Dewan Penasehat.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kembali enggan mengungkapkan sosok yang mengisi kursi kosong itu. Semuanya, menurut dia diserahkan ke Jokowi. Namun, dia mengingatkan sosoknya harus mampu menjabarkan arahan Jokowi.
"Kita serahkan kepada Pak Jokowi. Yang jelas Ketua Tim Pemenangan, harus mampu menjabarkan arahan Pak Jokowi. Karena beliau mengharapkan kita ini incumbent, mengharapkan harus membangun tradisi yang baik, yang lebih demokratis," ucap Hasto di Jakarta, Selasa (14/8/2018).
Dia mengaku, jika Ketua Tim nantinya terlalu agresif, juga tak terlalu bagus.
"Terlalu agresif juga kurang bagus iya. Kita ini karena bangsa timur ya sangat memahami kebudayaan kita, kerja dengan baik, tahu skala prioritas, tahu aspek aspek strategis, komunikasi politik yang baik dan sudah matang. Sosok yang memiliki sikap kenegarawanan, sehingga itu yang diperlukan," tukasnya.
Saat didesak siapa namanya, lagi-lagi Hasto hanya mengatakan. "Nanti," pungkasnya.
Baca juga:
Cak Imin: Ma'ruf Amin turun tangan ambil peran menjembatani aspirasi umat
Farhat Abbas & Razman jadi jubir Jokowi, Nusron nilai tak semua orang kontroversi
Ma'ruf Amin tegaskan posisi ketum MUI diserahkan kepada mekanisme internal
Adu vokal 'juru bicara' Prabowo dan Jokowi
Koalisi Jokowi bakal kaji apakah Ahok bermanfaat masuk timses atau buat keributan
Farhat Abbas sebut 100 jubir Jokowi-Ma'ruf akan dilatih hukum, ekonomi & politik