Ini Empat Pantun Bamsoet di Sidang Tahunan MPR
Bamsoet membacakan empat pantun yang bernada sindiran saat membuka dan menutup rapat sidang tahunan DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet membacakan empat pantun yang bernada sindiran saat membuka dan menutup rapat sidang tahunan DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan. Pantauan di lokasi, dua pantun di awal dan dua pantun penutup bikin peserta sidang mesem-mesem tergelitik.
Dalam sidang tahunan tersebut, dia juga meminta Pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap penyelesaian kasus pelanggaran HAM. Sebab, berdasarkan laporan Komnas HAM, belum ada kemajuan signifikan dari penyelesaian pelanggaran HAM.
Selain itu, dia menilai aduan-aduan atas kasus-kasus pelanggaran HAM juga kurang mendapat respons dari penegak hukum atau pemerintah.
Berikut dua pantun awal Bamsoet yang sempat dibacakan:
Segi Empat belah ketupat,
Ketupat dibuat bila lebaran tiba,
Para pemimpin jangan saling sindir silang pendapat,
Agar menteri tetap sehat dan kuat.
Bunga seroja dari Kalimantan,
Dibawa orang ke Sulawesi,
Walau orang ramai mendebat amandemen,
Pancasila dan NKRI tetap harga mati.
Berikut dua pantun penutup Bamsoet yang sempat dibacakan:
Bunga pandan tegak berdiri, lurus disusun tampaklah rapi,
Jangan sikut-sikutan berebut kursi menteri,
Serakan saja ke Pak Jokowi.
Jalan-jalan ke Teuku Umar, jangan lupa lewat Gondangdia dan Kertanagera,
Walau kadang kita bertengkar,
Tetap semangat dirgahayu Merdeka!
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com.
Baca juga:
Senyum Jokowi Usai Sampaikan Pidato Kenegaraan
Ketua KPK Setuju dengan Jokowi Soal Penguatan Pencegahan Korupsi
Di Sidang Tahunan, Ketua DPR Minta Pemerintah Beri Perhatian Atas Pelanggaran HAM
Gaya Jokowi Kenakan Pakaian Adat Suku Sasak Saat Pidato Kenegaraan
Mobil Terjebak Macet, Sandiaga Jalan Kaki Hadiri Sidang Tahunan MPR
Jokowi: Tolak Ukur dan Keberhasilan Penegakan Hukum Bukan Dilihat dari Jumlah Kasus
Saat Jokowi Menunduk Beri Hormat Pada Seluruh Anggota Dewan