Jokowi: Tolak Ukur dan Keberhasilan Penegakan Hukum Bukan Dilihat dari Jumlah Kasus
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyinggung penegakan hukum dalam pidato kenegaraannya saat sidang bersama DPD dan DPR, Jumat (16/8). Jokowi meminta tolak ukur kinerja penegak hukum dan HAM harus diubah. Termasuk pemberantasan korupsi.
"Ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM juga harus diubah termasuk kinerja pemberantasan korupsi," kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya, di kompleks parlemen Jumat.
Jokowi juga mendukung penegakan hukum yang 'keras'. Termasuk penegakan HAM yang tegas harus diapresiasi.
"Tetapi keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang dipenjarakan. Harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM bisa dicegah, berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan. Ini perlu kita garis bawahi," ujar Jokowi.
Menurut Kepala Negara, manajemen tata kelola serta sistem lah yang harus dibangun. Manajemen tata kelola sangat berperan penting di sini. Termasuk dalam ukuran kinerja aparat pengawasan dan birokrasi pelaksana. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya