Ini analisa SBY soal hasil pemilu legislatif 2014
SBY yakin tidak ada partai politik yang menjadi pemenang dominan.
Presiden SBY mengaku terus memperhatikan hasil-hasil survei terkait elektabilitas parpol menjelang pemilu legislatif. Hanya ada tiga lembaga survei yang selalu menjadi acuannya selama ini. SBY pun meyakini tidak ada partai yang dominan menjadi pemenang.
"Saya bukan peramal, saya hanya ingin berbagi apa yang saya ketahui, alami, rasakan, sebagai pelaku dalam kekuatan politik (pemilu) 2004-2009. Bacaan saya, so far, kecuali dalam 1,5 bulan ini ada yang dramatis dalam perpolitikan kita, nampaknya no single political party yang sangat dominan, bahkan lebih equal," tutur SBY di hadapan anggota Forum Pemred dalam acara di Menara Mega, Jakarta, Senin (10/3) malam.
SBY menganalisa, raihan suara parpol akan menyebar dengan persentase yang tidak terlalu drastis. "Jangan dibayangkan ada parpol 35 persen, nomor dua 20 persen, nomor 3 lima persen, seekstrem itu, saya tidak melihat. Kita lihat saja nanti, politic is politic," ujarnya.
SBY pun mencontohkan kejadian saat Pilkada DKI Jakarta. Sebelum pilgub digelar, elektabilitas incumbent Fauzi Bowo mencapai 50 persen, sedangkan Jokowi hanya 25 persen. Kemudian terbukti Jokowi bisa menang dalam dua putaran. Demikian juga saat Pilgub Jawa Timur. Khofifah yang tidak dijagokan mampu mengurangi elektabilitas Soekarwo dalam waktu tiga bulan.
"Pakde Karwo elektabilitas 50 persen, Ibu Khofifah 25 persen. Dalam waktu 3 bulan suara itu naik, Khofifah jadi 37 persen, Pakde Karwo jd 47 persen. Meskipun dimenangkan incumbent margin itu sedikit."
"My poin is, dalam waktu 1,5 bulan ini anything can happen, berpulang kepada apa yang dilakukan pemimpin parpol untuk berkomunikasi dengan rakyat secerdas-cerdasnya dan sefektifnya. Jika tidak ada perubahan dramatis, tampaknya hasil pemilu tidak ada suara parpol yang dominan. Seolah mengatur sendiri negara ini baik di parlemen maupun di eksekutif. Itu kesimpulan pertama. My own prediction analysis," pungkas SBY .
Baca juga:
SBY: Kalau ada capres populer, segeralah persiapkan diri
SBY sindir parpol yang klaim bisa ajukan capres
SBY belum yakin siapa capres penggantinya
Presiden SBY mengaku tak minat jadi Sekjen PBB
Jadi jurkam Demokrat, SBY belum ajukan cuti kampanye