Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

SBY belum yakin siapa capres penggantinya

SBY belum yakin siapa capres penggantinya Presiden SBY. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Peta politik dan siapa yang akan menjadi presiden baru akan terbaca setelah pemilu legislatif digelar April mendatang. Presiden SBY hingga kini mengaku belum memiliki 'jagoan' siapa presiden yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.

"Sekarang kita bicara pilpres, saya belum certain (yakin) siapa menjadi presiden setelah saya. Saya harus mengatakan masing-masing punya peluang, saya harus katakan to be frank (sejujurnya), semua belum aman, mengklaim pasti terpilih atau pasti menang," ucap SBY saat berbincang dengan Forum Pemred di Menara Mega, Jakarta, Senin (10/3) malam.

SBY berharap, Pemilu 2014 akan berlangsung damai. "Masa depan juga kita bangun, mencetak masa depan itu pilihan kita. Saya yakin semua tidak apatis, paling tidak ikut berpikir, ada juga ikut bekerja, tahun depan lebih baik dari sekarang."

SBY menambahkan, Pemilu 2014 ini beda dengan pilpres 2004 dan 2009 lalu. Penyebabnya, tidak ada capres incumbent. "Yang disebut policy, program serta prioritas bisa dilihat kesinambungannya, ada kepastian certain. Tahun depan tidak bisa begitu lagi sebab kita punya presiden baru, pemimpin baru dan pemerintahan yang baru," pungkas SBY. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP