Imbau Gubernur tak sibuk urus Pilpres, Sandi minta maaf jika Ridwan Kamil tersinggung
Sandiaga menegaskan bahwa imbauan agar Kepala Daerah tidak sibuk mengurusi capres ditujukan untuk kepala daerah dari partai yang mengusungnya. Dia meminta maaf jika ada kepala daerah yang tersindir.
Imbauan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno agar kepala daerah, terutama Gubernur, jangan hanya sibuk mengurusi pemilihan presiden, menuai reaksi keras dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Untuk diketahui, Kang Emil sapaan akrabnya, secara terang-terangan memberi dukungan untuk bakal capres petahana Joko Widodo. Emil meminta Sandiaga bercermin.
Menanggapi itu, Sandiaga menegaskan bahwa imbauan agar Kepala Daerah tidak sibuk mengurusi capres ditujukan untuk kepala daerah dari partai yang mengusungnya. Dia meminta maaf jika ada kepala daerah yang tersindir.
"Saya klarifikasi, pernyataan (imbauan) itu kami tujukan untuk (kepala daerah terpilih yang diusung partai) koalisi Prabowo-Sandi. Kami memutuskan kepala daerah yang terpilih dalam koalisi fokus membangun daerahnya," ujar Sandiaga Uno di sela kunjungannya ke Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/9).
Sandiaga mencontohkan, imbauan itu disampaikan untuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diminta untuk fokus membenahi masalah di Jakarta.
"Seandainya pak Ridwan Kamil merasa tersindir, saya mohon maaf. Ini bukan ditujukan untuk pak Ridwan Kamil. Ini ditujukan Gubernur, Bupati atau walikota yang ada di koalisi kami," terangnya.
Seperti diketahui, Sandiaga menyatakan para kepala daerah telah melalui proses pilkada yang melelahkan karena itu tak perlu diperpanjang hingga Pilpres 2019. Mereka disarankan langsung fokus membenahi daerahnya, bukan ikut membantu pemenangan pilpres.
"Mereka justru harus persatukan dan memastikan agenda pembangunan khususnya ekonomi yang sedang turbulensi ini tidak terganggu. Pilpres itu semua masyarakat punya referensinya, dan punya jalan yang panjang 7,5 bulan. Kalau semua memikirkan pilpres, siapa yang akan bangun daerah?" Katanya di kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (11/9).
Menanggapi pernyataan itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan bahwa dukungannya kepada Joko Widodo tidak menyalahi aturan. Dia meminta Sandiaga Uno tidak usah mempermasalahkan kepala daerah mendukung calon di Pilpres 2019.
Menurut Ridwan Kamil, apa yang diminta Sandiaga Uno bertolak belakang dengan apa yang dilakukan saat Pemilihan Kepala Daerah. Saat masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dinilai aktif mendukung pasangan calon gubernur di sejumlah wilayah.
"Ya bercermin saja lah, pak Sandiaga Uno waktu Pilgub Jateng kampanye untuk Sudirman Said, di Jabar Pak Sandiaga Uno kampanye untuk pasangan Asyik (Sudrajat-Syaikhu)," katanya usai menghadiri acara di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (12/9).
Pria yang akrab disapa Emil ini pun menegaskan bahwa hal-hal yang tidak boleh dilakukan seorang kepala daerah dalam mendukung calon di pesta demokrasi itu membawa institusi atau kewilayahan.
"Selama tidak melanggar UU tidak ada masalah. Itu hak politik pribadi kan. Yang gak boleh iti bawa-bawa institusi, bawa-bawa gubernur, bawa-bawa kewilayahan. Sebelum memberikan statement berkaca kepada pengalaman pribadi," jelasnya.
Ridwan Kamil sendiri di beberapa kesempatan menegaskan dirinya mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.
Baca juga:
Sandiaga: Ridwan Kamil sarankan saya pakai kopiah, biar tambah ganteng
Ekonomi lesu, Sandiaga Uno ajak masyarakat berhemat
Kunjungi KBB, Sandiaga janjikan ekonomi kerakyatan
Sindir kepala daerah dukung Capres, Sandiaga diminta berkaca diri
Ingatkan kepala daerah tak masuk pusaran Pilpres, Sandi dinilai kritik diri sendiri
Penerima KJP berkurang, DPRD sindir 'jadi plusnya di mana?'