ICW dorong calon Ketua DPR melalui proses penilaian oleh KPK
ICW juga mendorong supaya dilakukan proses penilaian (screening) oleh KPK terhadap para calon Ketua DPR untuk memastikan jejak rekamnya betul-betul bersih dari kasus korupsi.
Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai DPR RI harus memiliki pimpinan baru yang betul-betul tidak pernah diduga terlibat kasus korupsi. Pasalnya Ketua DPR sebelumnya, Setya Novanto diganti lantaran terlibat dalam kasus korupsi e-KTP.
Peneliti Divisi Korupsi Politik ICW, Almas Sjafrina mengatakan, dari nama-nama calon Ketua DPR yang muncul masih ada yang diduga terlibat kasus korupsi. Sehingga dia sangat menyayangkan hal tersebut.
"Masih ada nama-nama yang (pernah) diduga terlibat kasus korupsi. Kami berharap partai Golkar tidak mengulangi kesalahan di 2014, menunjuk Setya Novanto yang kerap disebut-sebut terlibat sejumlah kasus korupsi sebagai ketua DPR. Apalagi Ketum baru Golkar mengangkat tagline Golkar bersih dan periode jabatan ketua DPR tersisa kurang dari dua tahun lagi." katanya saat dihubungi, Jumat (12/1).
ICW juga mendorong supaya dilakukan proses penilaian (screening) oleh KPK terhadap para calon Ketua DPR untuk memastikan jejak rekamnya betul-betul bersih dari kasus korupsi.
"Untuk memastikan anggota yang diajukan tidak bermasalah boleh juga meminta penilaian/screening pihak lain, seperti KPK soal keterlibatan pd kasus korupsi," tambah Almas.
Seperti diketahui, sejumlah kader Golkar masuk bursa calon Ketua DPR. Mereka adalah, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Ketua Banggar DPR Azis Syamsuddin, dan Ketua Komisi II Zainudin Amali.
Baca juga:
Golkar jangan sampai ulangi kesalahan, Ketua DPR baru harus bersih dari korupsi
Politikus Golkar sebut hasil rapat memutuskan Bamsoet jadi ketua DPR
Golkar berencana kirim surat pengganti Setya Novanto pekan depan
Politikus Golkar pastikan Airlangga hadir di rapat pleno fraksi di DPR
Politisi Golkar tahu Bamsoet dicalonkan sebagai Ketua DPR sebelum Munaslub