Hidayat Nur Wahid khawatir kebocoran data Facebook pengaruhi hasil Pilpres
Hidayat Nur Wahid khawatir kebocoran data Facebook pengaruhi hasil Pilpres. Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengharapkan pertemuan pihak Facebook Indonesia dengan Komisi I dapat memperkuat keamanan di Indonesia.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid khawatirkan kebocoran data pengguna Facebook yang mengakibatkan perbedaan hasil Pilpres. Alasannya, kata dia, pengamanan di Indonesia lebih lemah dibandingkan Amerika Serikat.
"Kalau itu bisa terjadi di Amerika Serikat, di Indonesia kita tahu pengamanannya jauh lebih lembek dan kemudian juga sistem teknologi informasi jauh lebih mudah diintervensi, wajar bila kekhawatiran itu ada," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).
Dia menjelaskan di Amerika Serikat kebocoran data hingga 1 juta yang selisihnya mencapai 5 persen. Karena hal itu, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengharapkan pertemuan pihak Facebook Indonesia dengan Komisi I dapat memperkuat keamanan di Indonesia.
Sehingga, lanjutnya, dapat dipastikan kebocoran itu dapat segera ditanggulangi, dikoreksi dan calon pemilih pemula tidak tercederai akibat kelalaian pihak Facebook.
"Supaya kita dari awal bisa melayangkan bahwa triliunan yang dikeluarkan oleh negara, segala lelah capek dan segala kondisi uang terjadi dengan rakyat, partai politik, dengan kandidat tidak dicederai hanya karena pembiaran kebocoran yang tidak diatasi terkait dengan masalah Facebook," papar dia.
Kendati begitu, Hidayat menyebut pemblokiran Facebook bukan langkah yang tepat dengan adanya pembocoran data pengguna.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Anggota Komisi I DPR: Facebook tidak perlu ditutup
Di depan Parlemen, Facebook sebut kebocoran bukan dari sistemnya
Rapat dengan DPR, Facebook bantah kebocoran data pengguna
DPR interogasi Facebook soal kebocoran data pengguna
Facebook belum berikan hasil audit kebocoran data pengguna