LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hasil Pilkada Pulau Jawa, PPP nilai #2019GantiPresiden tak berhasil

Menurut PPP, kemenangan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar, Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng, serta Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim, jelas menggambarkan #2019GantiPresiden tidak berhasil.

2018-07-03 17:48:52
Pilkada Serentak
Advertisement

Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi memandang hasil Pilkada 2018, khususnya di Pulau Jawa, menunjukkan tagar 2019 Ganti Presiden (#2019GantiPresiden) tidak berhasil. Penilaian ini berbeda dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang mengklaim #2019gantipresiden berhasil, terbukti dengan meroketnya suara Sudrajat-Syaikhu dan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Menurut PPP, kemenangan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar, Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng, serta Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim, jelas menggambarkan #2019GantiPresiden tidak berhasil.

"Hasil real count KPU Pilkada di sejumlah daerah khususnya di Pulau Jawa sebagai lumbung pemilih semakin nyata, bahwa hasil yang dicapai kemenangan Ridwan Kamil, Ganjar, lalu Khofifah ini jelas memudarkan tanda tagar 2019 Ganti Presiden. Ini real keinginan rakyat khususnya di Jawa, sebagai lumbung suara pemilu," ucap Arwani dalam diskusi yang diadakan oleh Voxpol Center, di Jakarta, Selasa (3/7).

Advertisement

Dia mengatakan, calon kepala daerah yang diusung yang sempat menggaungkan #2019GantiPresiden terbukti tak membuahkan hasil memuaskan dan menjadi pemenang. "Calon yang diusung tanda tagar itu banyak enggak menang. Bahkan di Pilgub kalah semua," jelas Arwani.

Soal adanya kejutan atau lonjakan suara di Jabar serta Jateng, dia menilai, bukan faktor #2019GantiPresiden.

"Menurut saya kita memahami ada satu kejutan. Tapi saya tidak melihat kejutan di Jabar dan Jateng, walaupun kalah, itu berkaitan dengan tagar ganti Presiden itu," ungkap Arwani.

Advertisement

Analisanya, di Jateng suara Sudirman Said didukung kekuatan PKB dengan Nadhlatul Ulama (NU). Kemudian meroketnya suara Sudrajat-Syaikhu lebih banyak peran dari PKS.

"Kemudian Sukabumi tempat Ahmad Heryawan. Lalu Ciamis itu romantisme aksi 212," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Herman Deru klaim unggul 5,32 persen dari Dodi Reza di Pilgub Sumsel
Pemerintah gandeng negara Asia Pasifik atasi teror di Papua saat Pilkada
Kapolri ungkap kronologi penembakan pengawal logistik pilkada di Papua
Dokumen perhitungan suara Pilkada Banyumas diduga bocor
INDEF nilai Lebaran dan Pilkada tak bantu dongkrak daya beli, ini alasannya
Soal situs KPU, Kapolri sebut hacker bukan serang data perhitungan Pilkada

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.