LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hanura: Masyarakat Jenuh Dengan Retorika

Menurutnya, kinerja pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno justru yang belum terlihat sampai saat ini.

2018-11-14 17:06:27
Hanura
Advertisement

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan, pasangan capres-cawapres yang diusung, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sudah menjalankan kampanye sesuai program. Dia menilai saat ini masyarakat juga sudah mengetahui kinerja dan prestasi Jokowi sebagai pemimpin bangsa.

Pernyataan ini menanggapi komentar Rizal Ramli yang menilai kampanye Pilpres 2019 belum fokus pada program atau visi-misi. Menurutnya, kampanye kini lebih tertuju pada dagelan saja.

"Sosialisasi program kerja sudah berjalan tapi bagi masyarakat untuk program kerja paslon nomor 01 bukan lagi dibaca bahkan sudah dirasakan dan tentunya tidak perlu diragukan lagi," kata Inas pada merdeka.com, Rabu (14/11).

Advertisement

Menurutnya, kinerja pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno justru yang belum terlihat sampai saat ini.

"Tapi bagi paslon nomor urut 02 tentunya menjadi tanda tanya besar! Karena masyarakat malas membacanya karena sama sekali tidak punya track record yang bagus," ungkapnya.

Inas melanjutkan, masyarakat lebih suka suasana kampanye yang lebih kepada pelemparan isu dari para capres dan cawapres. Sebab, masyarakat sudah bosan dengan retorika para pasangan capres-cawapres.

Advertisement

"Karena timpangnya performance paslon 01 yang masih jauh di atas paslon 02 maka masyarakat lebih menyukai pertunjukan seperti yang berlangsung sekarang ini," ujarnya.

"Apalagi di sosial media, masyarakat jenuh dengan retorika dan lebih ingin melihat atau mendengar kepiawaian masing-masing paslon dalam melempar isu," tambah Inas.

Anggota Komisi VII DPR ini tidak memungkiri bahwa sistem kampanye seperti sekarang bisa memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Namun, negara yang memiliki sistem Undang-Undang (UU) ketat pun tidak bisa membuat suasana Pemilu lebih bermartabat.

"Amerika negara yang sangat teratur dalam sistem UU dan hukumnya, ternyata tidak mampu menghadirkan kontestasi yang bermartabat, karena jelas sekali kemenangan trump diperoleh melalui opini yang sesat melalui sosmed," tandasnya.

Baca juga:
PPP Soal Soetrisno Bachir Harap Ma'ruf Amin Jadi Wapres: Kemenangan Semakin Dekat!
Survei LSI Denny JA: Pemilih yang Dengarkan Ulama Lebih Banyak Dukung Jokowi
Ketua DPP PAN: Justru Mas Tris yang Menyarankan Enggak Dukung Jokowi
Moeldoko Sebut Sontoloyo dan Genderuwo Bentuk Serangan Balik Jokowi
Hasto Nilai Sikap Demokrat Secara Tak Langsung Dukung Jokowi-Ma'ruf
Ogah Minta Maaf, Ma'ruf Amin Sebut Ucapan Budek dan Buta Dipolitisasi

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.