LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Hanura: Kalau bertemu SBY, Jokowi dianggap beri tawaran Demokrat

Wasekjen Hanura mengatakan, jika terjadi pertemuan, ada pihak yang menilai Jokowi ketakutan dan beri tawaran pada Demokrat. Meski begitu, dia meyakini Jokowi tidak pernah menutup pintu pertemuan dengan SBY. Hanya saja, Jokowi mencari waktu yang tepat untuk bertemu SBY lantaran situasi politik tengah memanas.

2017-02-02 11:59:23
Susilo Bambang Yudhoyono
Advertisement

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuding ada pihak-pihak yang menghalangi pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wasekjen Partai Hanura Dadang Rusdiana menilai, jika pertemuan digelar, ada kemungkinan pihak lain memanfaatkan situasi untuk menyerang Presiden Jokowi.

"Nanti kalau presiden menemui SBY atau mengundang ke Istana, mereka yang tak senang bilang bahwa Pak Jokowi ketakutan. Jokowi tawarkan itu ini buat Demokrat," kata Dadang saat dihubungi, Kamis (2/2).

Meski demikian, Dadang meyakini Jokowi tidak pernah menutup pintu pertemuan dengan SBY. Hanya saja, Jokowi mencari waktu yang tepat untuk bertemu SBY lantaran situasi politik tengah memanas.

Advertisement

"Saya kira Pak Jokowi pun tidak masalah dengan pertemuan dengan Pak SBY, mungkin beliau sedang mencari momentum yang tepat," tegasnya.

Pihaknya mendukung pertemuan antara Jokowi dengan SBY. Pertemua dua tokoh ini dianggap bisa meredakan ketegangan politik terutama jelang pencoblosan Pilkada serentak 15 Februari 2017.

"Tapi intinya kita sepakat bahwa perlu ada peredaan ketegangan agar kondisi politik tanah air membuat kenyamanan bagi semua. Jangan saling memanasi," pungkas Dadang.

Advertisement

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara terang-terangan berniat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). SBY memiliki niat baik untuk mengklarifikasi informasi-informasi terkini mengenai kondisi bangsa. Sebagai orang yang pernah memimpin Indonesia selama 10 tahun, SBY merasa perlu menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi.

"Supaya baik Bapak Jokowi atau pun saya tidak prasangka praduga perasaan enak dan tidak enak atau saling bercuriga, beliau presiden republik indonesia presiden kita, saya juga pernah memimpin negeri ini sebelum beliau oleh karena itulah bagus kalau saya bisa bertemu dan sekali lagi blak-blakan apa yang terjadi supaya ada dialog mana yang benar mana yang tidak benar," jelas SBY di Wisma Proklamasi, Rabu (1/2).

Sampai sekarang niatnya bertemu Presiden Jokowi belum terealisasi. Menurut pengakuan SBY, ada pihak-pihak yang menghalanginya bertemu Presiden Jokowi. SBY heran ada pihak-pihak yang lebih berkuasa dari Presiden, sehingga bisa menghalanginya bertemu Jokowi.

"Saya diberitahu oleh orang kalau beliau ingin bertemu dengan saya tapi beliau dilarang oleh dua dan tiga orang di sekeliling beliau. Nah dalam hati saya, hebat juga orang itu bisa melarang presiden kita untuk bertemu dengan sahabatnya yang juga mantan presiden. Pada hari yang baik ini kalau bisa saling melakukan klarifikasi supaya tidak menyimpan prasangka, praduga, bahkan rasa kecurigaan," tegasnya.

Baca juga:
Jokowi soal SBY minta bertemu: Waktu diatur kalau ada permintaan
Wiranto tegaskan tak ada yang halangi SBY bertemu Presiden Jokowi
SBY sebut ada tiga orang halangi pertemuannya dengan Jokowi
Istana tegaskan tak pernah ada perintah untuk sadap SBY
SBY kembali sudutkan pemerintahan Jokowi
Prabowo: Saya teman Jokowi, kita rival kadang-kadang tapi sahabat

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.