Prabowo: Saya teman Jokowi, kita rival kadang-kadang tapi sahabat
Merdeka.com - Prabowo Subianto akan meluncurkan sebuah buku berjudul Paradoks Indonesia. Pada buku tersebut Prabowo akan menjabarkan begitu banyaknya kejanggalan yang ada di Indonesia.
"Nanti kita akan launching buku saya Paradoks Indonesia artinya kejanggalan Indonesia. Bangsa Indonesia yang kaya, negara yang kaya raya tapi rakyatnya miskin. This is paradox Indonesianya," kata Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di GOR Prisma Sport Club, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (1/2).
Prabowo membantah dalam buku tersebut bermaksud untuk menjelek-jelekkan Pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo. Sebab kritikan yang dibuatnya dalam rangka mengingatkan Pemerintah tentang situasi dan kondisi negara.
"Prabowo mengkritik Pemerintah. Kritik itu baik dan jangan adu domba saya sama Jokowi. Saya teman Jokowi, sahabat. Kita rival kadang-kadang tapi tetap sahabat," ungkap Prabowo.
Kedekatan Prabowo pun diceritakan bahwa dirinya sering bertemu dengan Presiden ketujuh Indonesia tersebut. Meski pada Pilpres 2014 lalu Prabowo dan Jokowi sama-sama kandidat Pilpres.
"Saya beberapa kali dipanggil Jokowi. Dia juga pernah bilang. 'Pak Prabowo jangan kritik saya ya' gitu," kata Prabowo sambil tertawa.
Lebih lanjut dia menuturkan kritik itu bukanlah hal yang harus dihindari. Justru kritik sangat dibutuhkan. Bila para pejabat mendengar kritikan yang datang sari rakyatnya atau siapapun kata Prabowo pastilah mereka akan selamat. Bukan seperti sekarang yang justru banyak mendekam dibalik jeruji.
"Kalau pejabat dulu mau denger kritik tentunya tidak masuk penjara sekarang. Banyak sekali saya tengok sahabat saya di LP dan saya kaget banyak sekali, bupati ini, bupati itu bahkan ada yang mantan birokrat," ujar Prabowo.
Jadi lanjut dia, kritik dari masyarakat yang beradab itu baik. Atau bila perlu harus auto-kritik yakni berani mengkritik diri sendiri. "Apalagi saya pelupa, anak buah saya bilang selentingan saya belum ke tutup terus dia ingatkan saya, saya mau marah juga enggak bisa," kata Prabowo mencontohkan.
"Manusia banyak kesalahan, enggak ada yang tidak punya kesalahan. Manusia itu tidak sempurna," tutupnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya