Gubernur Sulbar Dorong Semangat Kewirausahaan GMNI Sulbar Hadapi Bonus Demografi
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengajak kader GMNI Sulbar untuk membangun jiwa kewirausahaan dan karakter kuat, menangkap peluang di tengah bonus demografi yang menantang.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka memberikan dorongan kuat kepada seluruh kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di wilayah tersebut. Beliau menekankan pentingnya pengembangan karakter yang tangguh serta jiwa kewirausahaan yang inovatif di kalangan mahasiswa.
Pesan ini disampaikan Suhardi Duka saat menghadiri Konferda DPD GMNI Sulbar yang berlangsung di Mamuju pada hari Sabtu. Momentum bonus demografi yang diproyeksikan akan berlangsung hingga tahun 2035 menjadi latar belakang utama ajakan tersebut.
Gubernur berharap kader GMNI dapat memanfaatkan peluang besar ini dengan membangun fondasi karakter yang kuat. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan untuk berkontribusi pada kemajuan daerah dan bangsa.
Membangun Karakter dan Jiwa Kewirausahaan
Dalam sambutannya, Suhardi Duka secara spesifik menyoroti bonus demografi sebagai jendela kesempatan emas bagi generasi muda. Beliau mengajak kader GMNI untuk tidak menyia-nyiakan periode ini, melainkan memanfaatkannya dengan maksimal.
Pembangunan karakter yang kuat menjadi landasan penting agar setiap individu mampu menghadapi berbagai tantangan. Karakter ini, dipadukan dengan jiwa kewirausahaan, akan memungkinkan mereka menciptakan peluang ekonomi baru.
Suhardi Duka menegaskan bahwa kesuksesan di era persaingan global yang ketat tidak lagi bergantung pada status pegawai negeri. Sebaliknya, kemampuan untuk menangkap dan menciptakan peluang adalah kunci utama.
Pentingnya Ideologi Nasionalisme dan Marhaenisme
Selain kewirausahaan, Suhardi Duka juga menekankan fundamentalnya penanaman nilai ideologi bagi setiap kader GMNI. Nasionalisme dan marhaenisme disebut sebagai landasan utama perjuangan organisasi yang tidak boleh luntur.
Menurutnya, perjuangan tanpa pijakan ideologis yang kuat akan kehilangan arah dan tujuan yang jelas. Nilai-nilai ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran bangsa yang harus senantiasa dijaga dan diimplementasikan.
Kader GMNI diharapkan mampu bersikap kritis dan bergerak, baik melalui dialog maupun aksi, jika menemukan kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Hal ini menunjukkan pentingnya konsistensi ideologi dalam praktik berbangsa dan bernegara.
Tantangan Ekonomi dan Pola Pikir Produktif
Gubernur juga menyoroti dinamika ideologi dan ekonomi di Indonesia yang kerap berfluktuasi antara kecenderungan kiri dan kanan. Ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Kekhawatiran lain yang disampaikan adalah masih banyaknya angkatan kerja produktif yang belum terserap secara optimal di Sulawesi Barat. Banyak dari mereka justru terjebak dalam pekerjaan dengan pendapatan rendah, bahkan di bawah Rp400 ribu per bulan, yang masuk kategori miskin ekstrem.
Oleh karena itu, Suhardi Duka mengingatkan generasi muda untuk tidak lagi terpaku pada pola pikir lama yang menganggap status Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai satu-satunya indikator kesuksesan. Pergeseran paradigma ini krusial untuk mendorong inovasi dan kemandirian.
Apresiasi Terhadap Solidaritas GMNI
Pada kesempatan Konferda tersebut, Gubernur Suhardi Duka turut menyampaikan apresiasi atas kemampuan kader GMNI Sulbar dalam menjaga persatuan. Meskipun terdapat dinamika internal organisasi, solidaritas tetap terpelihara.
Menurut beliau, hal ini merupakan cerminan nyata dari semangat nasionalisme yang mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Solidaritas semacam ini sangat penting untuk kemajuan bersama.
Suhardi Duka menegaskan, "Ketika negara memanggil, maka kepentingan pribadi, keluarga, organisasi, bahkan politik harus dikesampingkan. Itulah nasionalisme." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen terhadap kepentingan nasional sebagai prioritas utama.
Sumber: AntaraNews