Gubernur Jatim tak pernah dari NU, PAN cari alternatif selain Khofifah & Gus Ipul
Gubernur Jatim tak pernah dari NU, PAN cari alternatif selain Khofifah & Gus Ipul. PAN tengah menjalin komunikasi dengan Gerindra dan PKS. Poros baru ini belum memunculkan nama siapa yang akan diusung.
Partai Amanat Nasional (PAN) tengah berupaya membuat poros baru bersama Gerindra dan PKS di Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan, poros baru ini bakal menghadirkan calon alternatif yang tidak berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Alasannya, karena secara historis tidak ada Gubernur Jawa Timur berasal dari unsur NU.
Dua nama calon Gubernur Jawa Timur yakni Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa merupakan kader NU. Saifullah diusung PDIP dan PKB, sementara Khofifah diusung Demokrat dan Golkar.
"Secara historis tidak ada figur NU yang menjadi gubernur di Jatim, apakah kali ini akan pecah telor akan kita coba lihat," kata Eddy usai diskusi dengan tema "Siapa Pantas Mengisi Kursi Ketua DPR" di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).
PAN akan menawarkan 3 nama kader untuk diusung menjadi calon Gubernur Jatim kepada Gerindra dan PKS. Mereka adalah Bupati Bojonegoro Suyoto, Ketua DPW PAN Jawa Timur Masfuk, dan anggota Komisi X Anang Hermansyah.
"Sekarang kita lagi berbicara dengan parpol yang berpotensi menjadi mitra kita yaitu Gerindra. Siapa yang mau jadi dari Gerindra, kemudian PKS siapa yang mau diajukan sebagai calon," ujarnya.
Eddy mendapat informasi bahwa Gerindra sendiri kabarnya tengah mempertimbangkan nama mantan Ketum PSSI La Nyalla. Pihaknya mendorong agar nama-nama yang diusulkan sebagai cagub Jatim diuji melalui survei dan kajian.
"Tapi kita serahkan lagi ke survei nanti ada kajian akademis yang bisa diperjuangkan untuk melihat sejauh mana elektabilitas dari masing-masing individu yang kita perjuangkan," tambahnya.
Meski demikian, Eddy menuturkan, PAN tidak fokus pada nama-nama yang bakal diusung melainkan kriteria cagub Jatim. Kriterianya, kata Eddy, cagub Jatim harus diterima dan merepresentasikan generasi 'milenial'.
"Kalau kita ajukan PAN cagubnya, bagaimana dari yang lain dari Gerindra PKS itu bisa tingkatkan elektabilitas. Bagaimana yang bersangkutan bisa merepresentasikan kaum milenial dan pemula," tutur Eddy.
Walaupun memiliki semangat mengusung wajah baru, lanjut Eddy, pihaknya tidak menutup kans mendukung Khofifah atau Gus Ipul sapaan Saifullah. Apalagi, Ketum PAN Zulkifli Hasan telah berulangkali melakukan komunikasi dan mendorong Khofifah maju lagi di Pilgub Jatim.
"Terlalu dini bagi saya untuk menutup opsi (dukung Khofifah atau Gus Ipul) itu," tukasnya.
Baca juga:
Pakde Karwo dan Khofifah, dua 'musuh' yang dipersatukan pragmatisme
Diusung SBY, Khofifah-Emil berhadapan dengan Jokowi
PDIP: Emil Dardak memecat diri sendiri
Soal Pilgub Jatim, Gerindra masih ngotot buat poros baru
Kekecewaan PDIP & Gerindra pada Bupati Trenggalek, Emil maju Pilgub Jatim
Jadi cawagub, Emil dituding jadikan warga Trenggalek 'kelinci percobaan'
Azwar Anas: Ibu Khofifah dan Pak Emil sahabat kami