LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Golkar Sayangkan PDIP Tuduh Soeharto Guru Korupsi

Meski figur Soeharto identik dengan Golkar, Bobby tak ingin menanggapi terlalu jauh. Sebab, menurutnya, politik saling serang tidak mencerdaskan rakyat.

2018-11-29 19:55:54
Partai Golkar
Advertisement

Politisi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menyayangkan pernyataan Wasekjen PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah yang menilai Soeharto adalah guru korupsi. Namun, dia menyarankan perdebatan dan saling tuduh diganti dengan adu gagasan.

"Ya betul pernyataan tersebut sangat disayangkan, hendaknya yang diperdebatkan adalah konsep dan gagasan pembangunan era 2019. Juga membahas hal-hal substantif demi kesejahteraan rakyat, bukan politik 'smear campaign' atau saling tuduh menuduh," kata Bobby kepada merdeka.com, Kamis (29/11).

Meski figur Soeharto identik dengan Golkar, Bobby tak ingin menanggapi terlalu jauh. Sebab, menurutnya, politik saling serang tidak mencerdaskan rakyat.

Advertisement

"Prinsipnya kami di Partai Golkar, meminta seluruh tim kampanye dari 2 paslon Capres, untuk jangan melakukan politik saling tuduh, karena tidak akan ada habisnya untuk ditanggapi, tidak relevan juga dalam membangun suatu gagasan atau ide yang konstruktif," pungkasnya.

Bobby pun justru menyinggung ucapan capres Prabowo Subianto soal 'Make Indonesia Great Again' yang identik dengan kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Pihak tim Prabowo juga fokus saja dengan program pembangunan nya, tidak perlu meniru kampanye ala 'Trump'," ujarnya.

Advertisement

"Hal ini perlu disudahi, berilah rakyat dengan politik yang beretika, jangan meniru di Amerika," tambah anggota komisi I DPR itu.

Diketahui, polemik soal kasus korupsi mencuat seiring calon presiden Prabowo Subianto menyinggung dan menyebut tingkat korupsi sekarang ini layaknya kanker stadium empat.

"Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat," tegas Prabowo.

Hal ini direspon okeh kubu Jokowi-Ma'ruf. Yang memandang bahwa korupsi itu memang marak terjadi di masa pemerintahan Soeharto, yang notabenenya mantan mertuanya Prabowo.

"Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," kata Basarah usai menghadiri diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11).

Ini disanggah oleh Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, yang menempatkan sosok Soeharto sebagai tokoh ideologi partainya.

"Bahwa korupsi sudah ada sejak jaman Hindia Belanda, maka julukan BapakKorupsi tidak pantas dialamatkan pada HM Soeharto Presiden RI ke-2 yang punya jasa membangun bangsa ini. Beliau tidak pernah mengajarkan korupsi, justru sebaliknya di jaman beliau jarang ada korupsi seperti saat ini," pungkasnya.

Baca juga:
Gerindra Bela Soeharto: Prestasi Orde Baru Banyak Sekali
Soal 'Soeharto Guru Korupsi', Golkar Minta Hentikan Politik Saling Tuduh
PDIP Tantang Berkarya Polisikan Ucapan 'Soeharto Guru Korupsi'
Partai Berkarya: Tuduhan Soeharto Guru Korupsi Fitnah Keji dan Hoaks
Soeharto Disebut Guru Korupsi, Partai Berkarya akan Polisikan Ahmad Basarah

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.