LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Golkar mau koalisi dengan Demokrat, tapi Cagubnya Dedi Mulyadi bukan Demiz

Golkar mau koalisi dengan Demokrat, tapi Cagubnya Dedi Mulyadi bukan Demiz. Koordinator Pemenangan Pemilu Indonesia I Golkar, Nusron Wahid menyebut Partai Golkar membuka peluang kepada partai politik lain yang ingin berkoalisi. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi.

2017-12-27 18:01:26
pilgub jabar
Advertisement

Koordinator Pemenangan Pemilu Indonesia I Golkar, Nusron Wahid menyebut Partai Golkar membuka peluang kepada partai politik lain yang ingin berkoalisi. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi.

"Mau dengan siapapun partai koalisinya, yang penting harus ada nama Dedi Mulyadi," tegasnya saat ditemui usai rapat koordinasi dan konsolidasi Partai Golkar, di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Rabu (27/12).

Meski begitu, pria yang juga tercatat sebagai anggota DPR RI itu pun menyatakan posisi Dedi Mulyadi fleksibel. Artinya, Dedi Mulyadi bisa ditempatkan sebagai Cagub atau cawagub.

Advertisement

Sejauh ini, proses komunikasi dengan partai lain masih berjalan. Bahkan, di tingkat pusat, pembahasan dengan Demokrat dan PDIP sudah intens.

"Derajat komunikasinya sama. Kalau dalam satu hari teleponan lima kali ke PDIP, ke Demokrat juga sama. Kalau ada pertemuan dua kali sehari, sama partai yang lain juga sama," terangnya.

Lebih lanjut, jika bersandar pada perkembangan yang ada di tingkat pusat, Nusron menyebut ada beberapa alternatif. Pertama, jika bergabung dengan Demokrat yang telah mengusung Deddy Mizwar (Demiz), maka Cagubnya disarankan Dedi Mulyadi.

Advertisement

"Dedi Mulyadi kesiapan mentalnya lebih unggul Demul. Perkara survei masalah waktu," terangnya.

Namun, ia memastikan hal itu hanya alternatif saja. Pasalnya, semua keputusan ada di tangan Dedi Mulyadi yang mendapat keleluasaan penuh dalam haal mencari partai koalisi dan pasangannya.

"Dedi Mulyadi diberi keleluasaan mau koalisi dengan partai apa atau pasangannya siapa. Pokoknya, Golkar harus menang," imbuhnya.

Jabar dinilai sebagai etalase politik nasional dengan jumlah pemilih terbesar. Dengan demikian, siapa yang menang di Jabar akan memegang bandul pengaruh politik nasional.

"Tidak ada alasan untuk tidak memenangkan di Jabar," ucap Nusron.

Baca juga:
Nusron Wahid pastikan Golkar usung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar
Gerindra, PKS dan PAN sepakat usung Sudrajat-Syaikhu di Pilgub Jabar
Pengamanan Pilkada di Jabar, polisi dapat Rp 145 M dan TNI Rp 26 M
PKS umumkan Cagub Jabar, Jateng dan Sumut sore ini
Ridwan Kamil yakin Uu Ruzhanul tak akan berpaling
Pertemuan dengan PKB, PPP dan NasDem cair, Emil diminta segera umumkan cawagub
Usung Dedi Mulyadi, Golkar jalin komunikasi dengan PDIP, Demokrat & PPP

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.