Golkar klaim nyaris sapu bersih Pilkada di Sumsel
Berdasarkan versi quick count, pasangan yang diusung partai berlambang beringin ini menang di lima daerah.
Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengumumkan secara resmi hasil perolehan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tujuh kabupaten di Provinsi Sumsel, namun Partai Golkar mengklaim nyaris menyapu bersih. Berdasarkan versi quick count, pasangan yang diusung partai berlambang beringin ini menang di lima daerah.
Sekretaris DPD Golkar Sumsel Herpanto menjelaskan, ke lima daerah tersebut adalah Musi Rawas, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Panukal Abab Lematang Ilir. Dua di antaranya pengurus Golkar di tingkat kabupaten, yakni Popo Ali di OKU Selatan dan Johan Anuar yang mencalonkan diri sebagai wakil bupati OKU.
"Dari tujuh Pilkada, lima pasangan yang kita usung menang. Dua di antaranya kader Golkar murni," ungkap Herpanto, Jumat (11/12).
Menurut dia, kemenangan tersebut memenuhi total yang ditargetkan. Sementara untuk kader yang kalah, akan dilakukan evaluasi mendalam. "Akan kita evaluasi di mana letak kesalahannya sehingga kalah melawan calon lain," ujarnya.
Berikut pasangan calon yang diusung Partai Golkar yang meraih kemenangan versi quick count dan real count:
1. Nomor urut 2, AW Nofiadi Mawardi-HM Ilyas Panji Alam dengan perolehan suara 49,74 persen, menang di Ogan Ilir.
2. Nomor urut 1, Kuryana Aziz-Johan Anuar dengan perolehan suara 60,76 persen, menang di Ogan Komering Ulu.
3. Nomor urut 1, Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir dengan perolehan suara 64,25 persen, menang di Ogan Komering Ulu Selatan
4. Hendra Gunawan-Suwarti dengan perolehan suara 44,61 persen, menang di Musi Rawas.
5. Heri Amalindo-Andreas Lacony peroelehan suara 75,18 persen, menang di Panukal Abab Lematang Ilir.
Baca juga:
Ini partai yang mengklaim paling banyak menang di Pilkada Serentak
Ical klaim Golkar menang 52 persen di Pilkada serentak
Golkar kubu Agung: Dari rekaman, Setya Novanto langgar etika
DPD Golkar kubu Agung minta Setya Novanto dipecat
Tuding Kejaksaan konspirasi jatuhkan Setnov, Golkar siap 'perang'