Tuding Kejaksaan konspirasi jatuhkan Setnov, Golkar siap 'perang'
Merdeka.com - Kejaksaan Agung bersiap menetapkan tersangka atas kasus 'papa minta saham' yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengecam langkah Kejaksaan Agung ikut-ikutan mengusut kasus ini. Dalam pandangannya, campur tangan Kejaksaan Agung bagian dari konspirasi menjatuhkan Setya Novanto dari kursi Ketua DPR.
"Setya Novanto yang baru melakukan pertemuan dan serta merta ada konspirasi yang dilakukan penegak hukum untuk menghabisi Setya Novanto. Akan kita lawan itu," ujar Idrus di sela-sela diskusi yang diselenggarakan Fraksi Golkar, Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/12).
Bersamaan dengan itu, gelombang permintaan agar Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR semakin besar dan datang dari berbagai arah. Idrus Marham menilai, tak adil jika Setya Novanto mundur setelah muncul banyak desakan. Sebab, pejabat negara juga banyak yang tidak mundur meski sudah didesak turun dari jabatannya.
"Karena sudah tahu semua proses-proses politik kita selama ini tidak sehat terlihat. Ada banyak oknum politik di eksekutif yang nyata-nyata pelanggaran tapi oknum penegak hukum tak berikan reaksi berlebihan," kata Idrus.
Dia juga heran dengan sikap Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono yang ikut-ikutan meminta Setya Novanto mundur. Apalagi Agung menyarankan dilakukan kocok ulang pimpinan DPR untuk mengganti Setya Novanto.
"Agung Laksono tidak layak secara konstitusional mengajukan itu. Karena kepengurusannya sudah tidak sah dan dibatalkan MA. Dan karena itu yang dilakukan itu menjadi berlebihan. Kita tidak terima. Kita lawan itu," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya