LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Golkar Jabar Tolak Gerindra Dkk Gabung Koalisi Jokowi-Ma'ruf

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan partai oposisi, tak perlu merapat menjadi pendukung Presiden Joko Widodo. Dedi mengatakan, terlalu banyak orang membuat kerja tidak menjadi lebih efektif.

2019-07-25 19:47:21
Partai Golkar
Advertisement

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan partai oposisi, tak perlu merapat menjadi pendukung Presiden Joko Widodo. Dedi mengatakan, terlalu banyak orang membuat kerja tidak menjadi lebih efektif.

Hal itu dia sampaikan sebab, Presiden Joko Widodo telah menyatakan bakal bekerja tanpa beban di periode kedua.

"Terlalu banyak kerumunan orang bekerja lebih banyak tidak efektif, dibanding dengan beberapa orang menyelesaikan masalah," kata Dedi dalam diskusi KNPI, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/7).

Advertisement

Diketahui, tiga partai kalah Pilpres 2019, Gerindra, PAN dan Demokrat membuka peluang untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf. Bahkan, Prabowo telah bertemu dengan Megawati Soekarnoputri dan Jokowi. Hanya PKS yang telah tegas menyatakan akan oposisi.

Dedi menilai, oposisi harus tetap ada sebagai penyeimbang. Negara, kata dia sudah memberikan ruang untuk itu.

"Negara memberikan ruang tetap kritis, agar demokrasi berjalan secara seimbang. Inilah makna demokrasi dalam jangka panjang kepercayaan publik," kata mantan Bupati Purwakarta.

Advertisement

Dedi tidak sepakat rekonsiliasi harus dibarengi dengan bagi-bagi jabatan. Menurutnya pertemuan dengan kubu oposisi bukan berarti harus memberikan jatah.

Dedi melihat pertemuan Prabowo dengan Jokowi dan Prabowo dengan Megawati hanya silahturahmi.

"Oposisi bukan berarti tidak bertemu, oposisi bukan berarti tidak bersalaman. Untuk itu tradisi silaturahmi yang dibuat jangan membuat stigma hilangnya oposisi, sebuah kekuatan yang terlalu mayoritas akan membuahkan nilai negatif," kata dia.

Baca juga:
Kasus E-KTP, Markus Nari Segera Diadili
Airlangga Klaim Didukung 60 Persen Suara di Munas Golkar
Kuasai 60 Persen Suara, Ketum Golkar Yakin Koalisi Jokowi akan Pimpin MPR
Golkar Nilai Permintaan Jatah Menteri Wajar untuk Hindari Politik Dagang Sapi
Usai Reuni Politik Prabowo-Mega, PDIP dan Gerindra Mungkin Bisa Bersama di Pilkada
Inilah Nama-Nama Calon Menteri dari Partai yang Disodorkan ke Jokowi
Megawati Bertemu Prabowo, Ini Kata Ketum Golkar

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.