Golkar: Airlangga Kedepankan Koalisi Besar, Rangkul Partai dan Tokoh Politik
Selain para ketum parpol, Lamhot menerangkan, Airlangga juga terus berkomunikasi dengan para tokoh bangsa senior untuk meminta saran dan juga pendapat.
Ketua DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga mengatakan, Ketua Umum Airlangga Hartarto masih terus melakukan komunikasi politik terhadap lintas parpol, baik yang ada di pemerintah maupun luar pemerintah.
Menurutnya, Airlangga tengah fokus membangun koalisi besar, di samping juga terus melakukan komunikasi dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP.
"KIB ini bersama teman-teman yang lain lagi fokus membangun sebuah koalisi besar yaitu gabungan antara KIB dan Koalisi Indonesia Raya (KIR). Gabungan dua koalisi ini nantinya yang akan kita formalkan dan mengajak beberapa parpol di luar KIB dan KIR," katanya di Jakarta, Sabtu (13/5).
Agenda-agenda tersebut, dikatakan Lamhot, yang masih dan sedang jalani tahapannya oleh Airlangga dan juga jajarannya di Golkar.
"Lalu koalisi besar nanti sudah terbentuk, barulah kita bicara tahapan pencapresan ya," ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI itu menegaskan, Golkar saat ini memiliki posisi yang baik terhadap semua partai. Airlangga dinilai merangkul semua parpol yang ada.
"Tanpa ada sekat-sekat atau batasan-batasan terhadap parpol lain. Dalam tataran komunikasi antara Pak Airlangga dan Pak SBY, Pak Surya Paloh, semua parpol itu dikomunikasikan, karena Golkar itu kita memang tak ada hambatan terhadap berbagai pihak," terangnya.
Selain para ketum parpol, Lamhot menerangkan, Airlangga juga terus berkomunikasi dengan para tokoh bangsa senior untuk meminta saran dan juga pendapat.
"Golkar sendiri ingin Pemilu 2024 ini berjalan dengan baik tenang damai, oleh karena itu Golkar mengambil posisi tidak saling bermusuhan satu sama lain, walaupun beda koalisi ataupun nanti beda pasangan calon kita berkomunikasi politik di awal itu secara baik sehingga nanti pada akhirnya kita berbeda ini bukan suatu hambatan membangun bangsa ini," bebernya
"Spirit itu yang dibangun oleh Pak Airlangga sebagai Ketum Golkar. Jadi landasan ataupun fundamental politik kita sangat penting ketika kita masuk dalam kontestasi Pilpres. nah fundamental politik yang baik inilah yang lagi dilakukan ataupun dibangun Golkar melalui Pak Airlangga, sehingga tahapan Pilpres itu adalah nanti tidak sekarang," tambah Lamhot.
Meski demikian, dia menegaskan, Golkar masih konsisten dengan hasil munas Golkar yang mengamanatkan bahwa Airlangga menjadi kontestan di Pilpres.
"Jadi itu kita sikapnya konsisten kalau di Golkar itu tak akan berubah. Hanya saja tadi yang saya katakan, bahwa kita lakukan sebuah tahapan-tahapan yang harus kita lalui, kita tidak ujuk-ujuk deklarasikan calon tanpa mengkomunikasikan dengan parpol lain, tidak seperti itu mekanisme yang kita lakukan itu," tandasnya.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com