Giliran Pemuda Muhammadiyah laporkan Ahok soal penistaan agama
Giliran Pemuda Muhammadiyah laporkan Ahok soal penistaan agama. Pemuda Muhammadiyah menyatakan tak menerima dengan pernyataan Ahok tersebut. Ahok sebelumnya dilaporkan sejumlah ormas atas dugaan penistaan agama terkait pernyataannya mengenai surat Al Maidah ayat 51 dalam pidato di Kepulauan Seribu.
Setelah Forum Anti Penistaan Agama (FAPA) melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atas dugaan penistaan agama terkait pernyataannya mengenai surat Al Maidah ayat 51 dalam pidato di Kepulauan Seribu, kini giliran Pemuda Muhammadiyah melaporkan hal serupa ke Polda Metro Jaya. Pemuda Muhammadiyah menyatakan tak menerima dengan pernyataan Ahok tersebut.
"Kita beda, tapi laporannya sama tentang penistaan agama yang dihina oleh Ahok," kata Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (7/10).
Pedri Kasman menyatakan, laporan tersebut berbeda dengan FAPA. Dia menilai laporan serupa makin banyak malah kian bagus.
"Semakin banyak laporan semakin lebih bagus," sambungnya.
Menurut dia, pernyataan Ahok yang diunggah di Youtube tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi keras dari muslim. "Kami mengkhawatirkan akan ada reaksi dari umat islam yang lebih besar dan di luar kontrol," tegasnya.
Dengan Nomor Laporan TBL/4868/X/2016/PMJ/Dit Reskrimum, para Pemuda Muhammadiyah berharap kepolisian mengusut tuntas. "Kita harapkan kepolisian dapat bekerja dengan baik dan mengusut tuntas kasus ini," pungkasnya.
Sebelum Pemuda Muhammadiyah, Ahok dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sejumlah ormas yang tergabung di dalam Forum Anti Penistaan Agama (FUPA). Ahok dilaporkan terkait dugaan penistaan Surat Al-Maidah.
"Kami menyatakan memprotes keras perkataan Basuki Tjahaja Purnama bahwa adanya penistaan agama, ini yang mengatakan kalau surat Al-Maidah kebohongan agama Islam. Kami sangat protes ini menghina yang lecehkan kitab suci Islam," kata Ketua FUPA Syamsul Hilal Chaniago, di Polda Metro Jaya, Jumat (7/10).
Diketahui, dalam sebuah rekaman menampilkan Ahok tengah mempromosikan programnya di Kepulauan Seribu. Dalam rekaman tersebut, Ahok tidak mempermasalahkan kalau warga DKI tidak memilihnya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI yang akan diselenggarakan pada 2017 mendatang.
Namun, Ahok mengatakan kalau warga jangan terpengaruh dengan isi yang ada dalam surat Al Maidah tersebut. Dalam percakapan di video itu, Ahok minta warga Kepulauan Seribu jangan mau dibohongi pakai surat Al Maidah.
"Saya ingin cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi nggak usah pikiran, 'ah, nanti kalau nggak kepilih pasti Ahok programnya bubar'. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih, 'karena saya takut masuk neraka', dibodohin gitu ya. Nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja," percakapan Ahok dalam video itu.
Baca juga:
Fahira Idris minta Ahok diam kalau tak memahami yang dikatakan
Dukung Ahok-Djarot, PPP siapkan kontrak politik
Program renovasi & umrah pengurus musala, alasan Djan dukung Ahok
PPP kubu Djan Faridz resmi nyatakan dukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI
LSI: 55 Persen warga DKI tolak gubernur non-muslim
Kubu Agus Yudhoyono tak percaya Djan Faridz dan Lulung dukung Ahok
Anies: Pak Jokowi pernah cabut surat perintah penggusuran Guji Baru