LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gibran Bertemu Prabowo, PDIP Tegaskan Jokowi Tidak Main Dua Kaki

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, pertemuan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dengan Prabowo Subianto tidak ada hubungannya dengan sikap politik Presiden Joko Widodo.

2023-05-22 18:50:36
Gibran Rakabuming
Advertisement

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, pertemuan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dengan Prabowo Subianto tidak ada hubungannya dengan sikap politik Presiden Joko Widodo. Jokowi disebut tidak main dua kaki mendukung calon presiden di Pilpres 2024. Hasto mengatakan, Gibran mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto merupakan framing politik.

"Tidak. Pak Jokowi kan bertanggung jawab di tingkat nasional sangat banyak. Jadi sama hanya karena mas Gibran beliau adalah putra presiden maka ini mendapat sorotan publik yang luas padahal di luar itu wali kota kita juga banyak menerima tamu-tamu semua diterima dengan baik karena ini menjelang Pilpres muncul banyak framing," ujar Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (22/5).

Gibran juga telah mengklarifikasi pertemuan dengan Prabowo. Gibran juga telah menyampaikan permintaan maaf.

Advertisement

"Tetapi terkait dengan berbagai hal yang menimbulkan kontroversi Mas Gibran kan sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka," ujar Hasto.

Gibran pun menerima Prabowo selaku menteri pertahanan. Kata Hasto, dalam berbagai rekaman, Gibran memanggil Prabowo sebagai menteri.

Advertisement

Sebagai tuan rumah, Gibran tidak bisa menolak kehadiran tamu. Bahkan, bakal calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan juga dijamu ketika datang ke Solo.

"Sehingga beliau sebagai tuan rumah Mas Gibran sebagai tuan rumah kemudian menerima tamu tamu yang datang," kata Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menilai ada penafsiran berlebihan bila apa masalah Gibran ini dikaitkan dengan hubungan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hasto membantah ada hubungan buruk antara Jokowi dan Megawati.

"Ibu Megawati Pak Jokowi itu hubungan yang sudah pada tingkatan yang mencerminkan bagaimana Pak Jokowi sendiri sudah menganggap Bu Mega seperti ibunya sendiri sehingga di dalam hubungan yang sudah dimatangkan sejak beliau menjadi wali kota, gubernur dan kemudian menjadi presiden dua periode itu sudah hubungan yang sangat dalam," tegasnya.

Namun, Hasto menyebut ada upaya pihak-pihak di luar untuk memisahkan Jokowi dan Megawati. Hal itu sudah dilakukan sejak lama.

"Jadi itu ada proyek-proyek politik yang mencoba memisahkan antara Bu Mega dengan Pak Jokowi, Pak Jokowi dengan Bu Mega," kata Hasto.

"Tentu dinamika politiknya terjadi sejak tahun 2015, tetapi terbukti bahwa keteguhan di dalam hubungan kedua pemimpin itukan mampu membiarkan berbagai skenario-skenario politik yang ingin memecah belah," pungkasnya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.