LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Gerindra tanyakan kasus Novel, PDIP ungkit kasus penculikan aktivis 1998

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, menuding isu ini sengaja kembali diangkat menjelang pemilu untuk menyerang Prabowo yang maju sebagai calon presiden. "Ini kaset rusak yang diulang-ulang dimanfaatkan untuk pemilu mendeskreditkan Pak Prabowo," ucapnya.

2018-07-26 12:53:49
Pilpres 2019
Advertisement

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, mempertanyakan komitmen Presiden Joko Widodo dalam pemberantasan korupsi. Dia mengangkat kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang sudah setahun lewat tak terungkap.

Andre mengkampanyekan, kalau di 2019 sang Ketua Umum Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden, Gerindra bakal mengawal agar kasus tersebut bisa dituntaskan.

"Novel Baswedan sudah 16 bulan tidak bisa diselesaikan Pak Jokowi. Jalau Pak Prabowo, tiga bulan 100 hari tidak bisa Kapolrinya kita copot," ujar Andre dalam diskusi lembaga survei KedaiKopi bertajuk 'Benarkah Indonesia Surga bagi Koruptor', di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Advertisement

Namun, pernyataan itu langsung disanggah oleh politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. Anggota Komisi III DPR ini mengungkit kasus pelanggaran HAM penculikan aktivis 1998 yang menyeret Prabowo ketika Danjen Kopassus.

"Yang dulu ke mana bos yang hilang dicari-cari?" balas Masinton.

Hal tersebut langsung dijawab oleh Andre. Dia malah melemparkan masalah ke Panglima ABRI ketika itu, Jenderal Wiranto. Dia diketahui menjadi Menko Polhukam saat ini.

Advertisement

"Kalau kasus penculikan dicatat nih, tanya Pak Wiranto, Panglima ABRI saat itu," jawab Andre.

Andre menampik keterlibatan Prabowo yang juga diangkat kembali dengan keluarnya dokumen berisi telegram laporan staff kedutaan besar AS Agustus 1997- Mei 1999. Dalam dokumen yang dirilis Arsip Keamanan Nasional AS (NSA), terungkap percakapan Prabowo dengan Asisten Menteri Luar Negeri AS, Stanley Roth.

Dia menjelaskan bahwa tak mungkin penculikan itu dilakukan Prabowo. Sebab, beberapa aktivitas justru bergabung dalam Gerindra yang dibangun Prabowo.

"Memang tim mawar ambil 9 orang diamankan mereka hidup bahkan 3 orang masuk Gerindra, dua orang anggota DPR RI temennya Masinton, satu orang Pak Haryanto Taslam, anaknya dua periode di Gerindra," kata Andre.

"Kalau yang lenyap yang hilang yang enggak pulang, ini sikap resmi partai Gerindra silakan tanya Panglima TNI Jenderal Wiranto yang sekarang jadi Menkopolhukam," imbuhnya.

Andre menuding isu ini sengaja kembali diangkat menjelang pemilu untuk menyerang Prabowo yang maju sebagai calon presiden.

"Ini kaset rusak yang diulang-ulang dimanfaatkan untuk pemilu mendeskreditkan Pak Prabowo," ucapnya.

Baca juga:
Bahas format koalisi, PAN segera bertemu dengan Demokrat, PKS dan Gerindra
Kisah 'perseteruan' Megawati dan SBY, berawal dari Pilpres 2014
PPP: Jangan suudzan, PP Nomor 32 bukan untuk jegal kepala daerah maju pilpres
PDIP sindir SBY selalu mengeluh soal hubungan dengan Mega saat jelang pemilu
Cerita SBY tiga kali tolak ajakan Jokowi gabung koalisi
SBY: Saya tak tahu apakah Pak Zul nanti satu koalisi tapi chemistry selama ini cocok
Survei LSI Denny JA sebut elektabilitas Airlangga sebagai cawapres meroket

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.