Gerindra tak lagi tunggu kepastian PDIP untuk Pilgub DKI
Gerindra yakin lima parpol lain takkan membelot dengan mendukung Ahok.
Partai Gerindra tidak akan menunggu kepastian koalisi dengan PDI Perjuangan menghadapi Pilgub DKI 2017. Alasannya, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu semakin santer disebut-sebut mendukung calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok.
Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Muhammad Taufik menegaskan, partainya tak akan berkoalisi dengan partai politik pendukung Ahok.
"Kita bacanya mereka (PDI Perjuangan) ke Ahok. Berdasarkan penerawangan, kita kan penerawangan jago. Yang lain kan nunggu PDIP. Saya bacaan politiknya begini, kalau PDIP ke Ahok, maka ini semua partai ke kita, bareng. Bacaannya itu saja sederhana," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/8).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini tidak khawatir dukungan koalisi kekeluargaan berkurang jika nantinya PDIP benar-benar keluar dari koalisi. Karena lima partai yang berada di koalisi kekeluargaan yakni PPP, PKS, PAN, PKB dan Demokrat, tidak akan membelot.
"Mereka (parpol lain) pasti enggak ikut Ahok. Masak PPP ikut Ahok, PKS ikut Ahok? Enggak mungkin. Kita sudah diskusiin masalah ini," terangnya.
Taufik juga mengklaim PKB dan Demokrat tidak akan mengusung calon wakil gubernur mereka sendiri. Sebab sudah ada kesamaan visi dan misi dengan partai besutan Prabowo Subianto ini.
"Kan kemarin sudah disepakati. Ini bocoran nih, baru kemarin gue pertemuannya. Di hotel Gran Melia pertemuannya," tutupnya.
Baca juga:
Simulasi PDIP: Djarot-Ahok, Risma-Ahok dan FX Rudy-Ahok
TB Hasanuddin: Di internal PDIP 90 persen tidak mencoblos Ahok
PDIP: Keinginan publik & parpol usung Risma tak sebesar Ahok-Djarot
Sekjen PDIP: Petahana dapat kesempatan dicalonkan kembali
Gerindra sebut tanpa PDIP pun koalisi kekeluargaan tetap jalan
Sekjen PDIP sebut ada kesepahaman antara Megawati dan Ahok
Calon PDIP di Pilgub DKI mengerucut Ahok, Risma atau Sandiaga Uno