Gerindra, PAN, PKS bisa ubah peta koalisi di Jawa Timur
Abdullah Azwar Anas telah menyerahkan mandat sebagai calon wakil Gubernur Jawa Timur kepada partai pengusungnya PDI Perjuangan. Peta koalisi di Pemilihan Gubernur Jawa Timur diyakini bisa berubah.
Abdullah Azwar Anas telah menyerahkan mandat sebagai calon wakil Gubernur Jawa Timur kepada partai pengusungnya PDI Perjuangan. Peta koalisi di Pemilihan Gubernur Jawa Timur diyakini bisa berubah.
Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Agus Maimun, memberi sinyal akan merapat ke Gus Ipul bersama PKS dan Gerindra. Sejak Pilkada DKI, trio partai ini kerap mengusung calon yang sama, seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Insya Allah, kemungkinan akan ada (merapat). Tapi kan ini masih dilakukan komunikasi," kata Agus Maimun saat dihubungi merdeka.com, Minggu (7/1).
Menurut dia, untuk bisa merapat ke Gus Ipul, ada beberapa catatan yang tidak bisa diputus oleh PAN sendiri. Melihat masih ada dua partai lagi yakni Gerindra dan PKS, yang akan ikut memberikan keputusan.
"Tapi, kalau pada prinsipnya itu wakilnya dari kami, Insya Allah tiga partai itu (PAN, Gerindra, PKS) akan ikut," ujar politisi yang juga duduk sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Jawa Timur.
Ketua Gerindra Jawa Timur, Soepriyatno juga memberi sinyal serupa. "Hari ini kami (Gerindra-PAN-PKS) akan melakukan pembicaraan dengan Gus Ipul. Tapi kami harus tahu siapa wakilnya dulu," kata Soepriyatno, Minggu (7/12).
Saat ini santer dikabarkan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni bakal mendampingi Gus Ipul. Ipong merupakan kader Gerindra.
"Terhadap berbagai isu yang santer atas diri saya, saya menanggapinya, ya senang ya, bagaimana pun juga namanya kita disebut-sebut berarti ada penghargaan dan perhatian terhadap saya," kata Ipong di Surabaya, Minggu (7/12).
Meski begitu, Ipong mengaku tidak ingin gegabah dan lebih memilih menunggu. Hingga saat ini, aku Ipong, belum ada pembahasan formal soal terpilihnya dia sebagai pengganti Anas mendampingi Gus Ipul.
"Saya pada posisi menunggu saja, ya menunggu bagaimana proses ini bisa berjalan lebih lanjut," sambungnya.
Gus Ipul sendiri pasif menanggapi munculnya nama Ipong sebagai pengganti dari Azwar Anas. Dia mengaku enggan berspekulasi. "Saya belum berani berspekulasi, masih ada waktu 1-2 hari. Tapi yang ingin kami sampaikan itu saja," katanya.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto belum bisa memastikan langkah apa yang akan diambil oleh PDIP setelah Anas mengembalikan mandat. Hasto mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara khusus telah mengirim Djarot Saiful Hidayat untuk bertemu dengan tokoh-tokoh di Jawa Timur, termasuk Tri Rismaharini.
"Berkaitan dengan Jawa Timur kami masih memiliki waktu pembahasan, sehingga akan dilaporkan sore hari ini," kata Hasto di Rumah PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).
Hasto mengatakan dari hasil rapat ini nantinya Dewan Pimpinan Pusat akan mempertimbangkan apakah bupati Banyuwangi tersebut tetap diusung sebagai perwakilan partai, atau memilih calon lain.
Lanjut Hasto, hal ini harus dikaji secara hati-hati. Dia berpendapat, suara rakyat Jawa Timur masih kencang menyuarakan dukungan terhadap Azwar Anas.
"Akan mempertimbangkan apakah surat mandat yang dikembalikan Abdullah Azwar Anas kami tindaklanjuti dalam bentuk penggantian atau DPP PDIP tetap pada keputusan sebelumnya. Ini yang nanti akan dibahas bersama secara hati-hati secara jernih harapan masyarakat harapan Jatim itu," pungkasnya.
Baca juga:
PDIP Jatim usulkan nama-nama ini ke Megawati gantikan Azwar Anas
Intens komunikasi dengan Gus Ipul, PKS Jatim tunggu keputusan DPP
PKB dan PDIP Jatim kompak sebut mundurnya Anas tak pengaruhi koalisi
Bupati Ponorogo mengaku senang diisukan duet sama Gus Ipul
Sekjen PDIP yakin foto Anas rekayasa, sengaja untuk menjatuhkan