Formappi: Anggaran rumah aspirasi DPR Rp 1,6 T, tak jelas sistemnya
"Anggaran rumah ini tidak transparan. Anggaran dan program tidak terbuka ke publik," kata Lucius.
Anggaran Program Rumah Aspirasi DPR yang telah cair, ternyata belum jelas alokasi dan mekanis penggunaanya. Menurut pemantauan Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), hal ini membuka peluang adanya penyelewengan dana.
"Anggaran sudah cair, tapi belum jelas sistemnya bagaimana. Bisa ada indikasi penyimpangan," kata Peneliti Formappi bagian Legislasi, Lucius Karus pada konfersi pers Evaluasi Kinerja DPR masa sidang III 2014-2015, Kamis (21/5), di Matraman Jakarta Timur.
Menurut Lucius, Formappi menemukan bukti bahwa penggunaan dana rumah aspirasi yang telah cair dan sudah direalisasikan anggota tidak ada laporan pertanggungjawaban. DPR juga tidak transparan tentang hasil reses. Selain itu, pembangunan Rumah Aspirasi belum terinformasikan kelanjutannya.
"Anggaran rumah ini tidak transparan. Anggaran dan program tidak terbuka ke publik," tambah Lucius.
Program rumah aspirasi telah tertuang dalam anggaran pendapatan dan belanja perubahan 2015 yang disahkan Februari lalu. Pendirian rumah ini menghabiskan anggaran Rp 1,6 triliun. Dana tersebut digunakan sebagai wadah aspirasi antara masyarakat dengan legislatif. Akan ada pembangunan sekretariat serta tenaga ahli dan staf administrasi.
Baca juga:
Formappi nilai kerja DPR serampangan dan banyak penyimpangan
DPR: Harga BBM turun usai Petral bubar, baru kita tepuk tangan
Meutya Hafid puji keputusan Jokowi pilih 9 perempuan jadi Pansel KPK
Komisi II DPR tak gubris Jokowi tolak revisi UU Pilkada
DPR sindir Kepala SKK Migas tak ahli di bidang migas
DPR belum sediakan anggaran untuk alun-alun Demokrasi