Fakta Unik: Polri Sukses Panen Raya Jagung 11,18 Juta Ton, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR hadiri Panen Raya Jagung Polri, menunjukkan komitmen kuat dalam ketahanan pangan nasional dengan produksi jutaan ton. Bagaimana strategi ini dijalankan?
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto secara serentak menghadiri acara panen raya jagung kuartal III di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, pada hari Sabtu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan keseriusan dalam mencapai swasembada pangan.
Acara panen raya jagung ini tidak hanya dihadiri oleh Kapolri dan anggota DPR, melainkan juga oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan serta Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan sinergi kuat antara lembaga negara dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Fokus utama adalah peningkatan produksi jagung yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Inisiatif Polri dalam sektor pertanian ini telah terbukti memberikan dampak positif yang besar terhadap produksi jagung nasional. Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat terus meningkatkan capaian ini. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Peran Strategis Polri dalam Swasembada Pangan
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, dalam sambutannya menegaskan konsistensi Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia mengapresiasi inisiatif Kapolri dan jajarannya yang telah membantu meningkatkan kedaulatan pangan. Produksi jagung dilaporkan meningkat signifikan berkat program yang dijalankan oleh Korps Bhayangkara.
Titiek menjelaskan bahwa produksi jagung dari Januari hingga Agustus 2025 telah mencapai 11,18 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,7 juta ton di antaranya berasal dari program yang digagas oleh Polri. Hal ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga aktif mendampingi kelompok tani di lapangan.
Menurut Titiek, apa yang dilakukan oleh Kapolri dan jajarannya telah melampaui tugas pokok menjaga keamanan. Mereka juga memberikan kontribusi nyata di sektor strategis yang menyentuh langsung hajat hidup rakyat, yaitu pangan. Kontribusi ini menjadi bukti komitmen Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.
Capaian dan Target Panen Raya Jagung Nasional
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa panen raya kuartal ketiga ini dilaksanakan di lahan seluas 166.512 hektare. Dari luas lahan tersebut, estimasi hasil panen diperkirakan mencapai 751.442 ton hingga akhir September. Angka ini menunjukkan skala besar dari program ketahanan pangan yang dijalankan Polri.
Secara spesifik di OKU Timur, panen dilakukan di lahan seluas 52 hektare. Sementara itu, secara nasional, luas lahan yang dipanen mencapai 1.288 hektare dengan target produksi 7.153 ton. Data ini menggambarkan upaya terstruktur yang dilakukan di berbagai daerah untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan.
Pada hari yang sama, Polri juga memberangkatkan 1.765 ton jagung untuk diserap oleh Perum Bulog. Jumlah ini termasuk 614 ton dari Sumatera Selatan dan 100 ton dari OKU. Penyerapan oleh Bulog memastikan jagung hasil panen dapat didistribusikan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Komitmen Berkelanjutan untuk Lumbung Pangan Dunia
Secara keseluruhan, Polri telah mengelola lahan seluas 819.081 hektare untuk program ketahanan pangan. Dari total tersebut, sebanyak 483.822 hektare sudah berhasil ditanami jagung. Luasnya lahan yang dikelola menunjukkan keseriusan Polri dalam mendukung program swasembada pangan.
Hingga saat ini, program tersebut juga telah berhasil membentuk 46.076 kelompok tani di seluruh Indonesia. Kelompok tani ini beranggotakan total 858.924 petani yang aktif terlibat dalam produksi jagung. Pembentukan kelompok tani ini menjadi kunci dalam pemberdayaan petani lokal.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk tidak pernah surut dalam mendukung agenda pemerintah. Ia menyatakan, "Oleh karena itu, dengan mempedomani amanat Presiden bahwa swasembada pangan adalah kunci kemerdekaan, kami tegaskan komitmen Polri tidak pernah surut dalam mendukung agenda pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia." Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang Polri dalam sektor pertanian.
Sumber: AntaraNews